Mobil Tabrak Kerumunan di Jerman, 2 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

- Sebuah mobil menabrak kerumunan di Leipzig, Jerman, menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 22 lainnya; pengemudi berusia 33 tahun telah diamankan polisi.
- Pihak berwenang menduga tabrakan dilakukan dengan sengaja dan tengah menyelidiki kasus ini sebagai percobaan pembunuhan serta pembunuhan, tanpa indikasi ancaman lanjutan.
- Insiden ini menambah daftar serangan tabrak mobil di Jerman dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kejadian mematikan di Mannheim, Munich, dan Magdeburg.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya dua orang tewas setelah sebuah mobil menabrak kerumunan di kota Leipzig, Jerman timur, pada Senin (4/5/2026). Sang pengemudi, seorang pria Jerman berusia 33 tahun, telah diamankan di lokasi kejadian.
Dilansir dari DW, insiden tersebut tersebut terjadi di Grimmaische Street, jalur perbelanjaan khusus pejalan kaki yang menghubungkan Augustusplatz dengan alun-alun pasar pusat Leipzig, sekitar pukul 17:35 waktu setempat. Laporan menyebutkan bahwa sebuah Volkswagen Taigo berwarna putih melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Augustusplatz di jalan tersebut.
Pihak berwenang mengatakan bahwa korban tewas terdiri dari seorang perempuan berusia 63 tahun dan seorang pria berusia 77 tahun. Keduanya merupakan warga negara Jerman. Sedikitnya 22 orang juga mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya dalam kondisi serius.
1. Pejabat menduga tabrakan tersebut disengaja

Dilansir dari CNN, pejabat menilai insiden tersebut kemungkinan disengaja. Armin Schuster, Menteri Dalam Negeri negara bagian Saxony, mengatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan adanya faktor gangguan mental sebagai salah satu penyebabnya.
Sementara itu, kantor kejaksaan telah meluncurkan proses hukum atas dua dakwaan percobaan pembunuhan dan dua dakwaan pembunuhan.
“Kami menilai ini sebagai kasus aksi kekerasan yang brutal. Kami berasumsi bahwa pelaku bertindak seorang diri dan saat ini tidak ada indikasi adanya ancaman lanjutan terhadap keselamatan publik," kata juru bicara kepolisian Leipzig, Susanne Luebcke.
2. Tersangka sempat berusaha kabur saat kejadian

Dilansir dari BBC, salah satu saksi mata bernama Susi menceritakan bahwa dirinya sedang duduk bersama temannya di Grimmaische Street saat kejadian.
“Kami mendengar dentuman keras,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pengemudi melaju dengan sangat kencang.
Susi dan temannya kemudian berlindung di sebuah toko perhiasan terdekat. Ketika mereka keluar, ia menyaksikan sejumlah orang terluka tergeletak di tanah.
Sementara itu, saksi mata lainnya mengatakan bahwa mobil tersebut berhenti setelah menabrak pembatas jalan, dan seorang perempuan terjatuh dari atap mobil. Para pejalan kaki bergegas memberikan pertolongan pertama, sementara sekitar 15 orang lainnya berkumpul di sekitar mobil untuk menangkap pengemudi.
Ia menyebutkan bahwa pengemudi sempat mencoba melarikan diri melalui jendela penumpang, tapi polisi segera tiba di lokasi dan menangkapnya.
3. Insiden tabrakan telah beberapa kali terjadi di Jerman

Jerman telah diguncang oleh serangkaian serangan tabrak mobil dalam beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2025, insiden penabrakan di kota Mannheim menewaskan seorang perempuan berusia 83 tahun dan seorang pria berusia 54 tahun. Beberapa orang lainnya juga terluka.
Sebulan sebelumnya, serangan serupa terjadi di kota Munich, yang mengakibatkan 30 orang terluka. Sementara itu, pada Desember 2024, sedikitnya enam orang tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka ketika sebuah mobil menabrak kerumunan di pasar Natal di kota Magdeburg.



















