Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pakistan Kirim 8 Ribu Tentara ke Arab Saudi di Tengah Perang Iran

Pakistan Kirim 8 Ribu Tentara ke Arab Saudi di Tengah Perang Iran
tentara Pakistan (Mil.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pakistan mengerahkan 8 ribu tentara, jet tempur JF-17, drone, dan sistem pertahanan udara HQ-9 ke Arab Saudi sebagai bagian dari pakta pertahanan rahasia dengan Riyadh.
  • Pakta tersebut memungkinkan pengerahan hingga 80 ribu tentara Pakistan serta kerja sama militer laut, sementara Pakistan juga berperan sebagai mediator antara AS dan Iran.
  • Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran setelah mendapat permintaan dari pemimpin Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, sambil melanjutkan negosiasi terkait program nuklir Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pakistan dilaporkan telah mengerahkan 8 ribu tentara dan sistem pertahanan udara ke Arab Saudi. Pengerahan aset militer ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan akibat perang di Iran.

Langkah ini merupakan implementasi dari pakta pertahanan rahasia antara Islamabad dan Riyadh. Kesepakatan yang ditandatangani pada 2025 tersebut mewajibkan kedua negara untuk saling membela jika terjadi serangan.

1. Pakistan kirim skuadron jet tempur, drone dan pertahanan udara

pesawat JF-17 milik Pakistan
pesawat JF-17 milik Pakistan (Pakistan Air Force, CC0, via Wikimedia Commons)

Pakistan mengirimkan satu skuadron yang berisi 16 unit jet tempur JF-17 ke wilayah Arab Saudi. JF-17 sendiri merupakan pesawat tempur yang diproduksi oleh Pakistan dan China. Islamabad turut memberangkatkan dua skuadron pesawat tak berawak atau drone untuk mengawal perbatasan. Mereka juga mengirim sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China dalam misi ini.

Seluruh persenjataan dan peralatan militer tersebut dioperasikan oleh personel militer Pakistan. Sementara itu, Arab Saudi hanya bertindak sebagai pihak penyedia dana untuk operasi aset tempur tersebut. Pasukan ini disiapkan untuk mendukung militer Arab Saudi jika mereka mendapat serangan dari luar. Kehadiran mereka menambah ribuan tentara Pakistan yang sudah lebih dulu berjaga di negara tersebut.

2. Kerja sama mencakup peluang pengerahan hingga 80 ribu tentara

ilustrasi bendera Pakistan.
ilustrasi bendera Pakistan. (unsplash.com/emaliikhokhar)

Dokumen pakta pertahanan terkait bahkan menyebutkan kemungkinan pengerahan hingga 80 ribu tentara Pakistan ke Arab Saudi. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif pernah mengisyaratkan bahwa Arab Saudi sudah berada di bawah perlindungan payung nuklir Pakistan.

Kerja sama di antara keduanya juga mencakup rencana pengiriman sejumlah kapal perang milik angkatan laut Pakistan. Namun, belum diketahui pasti apakah armada laut tersebut sudah sampai di perairan Arab Saudi.

Arab Saudi sendiri memang kerap menjadi sasaran serangan balasan Iran sejak perang pecah. Sementara itu, Pakistan kini berperan sebagai mediator negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

3. Trump tunda serang Iran usai dihubungi Arab Saudi

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Presiden AS Donald Trump mengaku telah menunda serangan militer terbaru ke wilayah Iran. Trump mengungkap, penundaan ini mempertimbangkan permintaan dari sejumlah pemimpin negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Perang dan militer agar kita tidak melakukan serangan ke Iran besok. Namun, saya meminta mereka siap melancarkan serangan berskala besar jika kesepakatan tidak tercapai," tegas Trump, dilansir Al Jazeera.

Trump menyebutkan bahwa proses negosiasi serius saat ini sedang berlangsung berkat intervensi dari Putra Mahkota Arab Saudi dan Emir Qatar. Pemerintah AS masih mempertahankan tuntutannya agar Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More