Pasukan Rusia Kalah Lagi, Ukraina Bebaskan Kota Lymann

Jakarta, IDN Times - Pasukan Ukraina pada Sabtu (1/10/2022), mengklaim telah membebaskan kota Lyman yang berada di wilayah Donetsk. Langkah tersebut dilakukan satu hari usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan secara resmi aneksasi empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia.
Lyman merupakan salah satu beteng Rusia di Ukraina timur yang diduduki. Serangan balik pasukan Kiev, telah mengepung kota tersebut dan kini berhasil memaksa pasukan Rusia meninggalkannya.
1. Ukraina kibarkan bendera di kota Lyman

Dalam sebuah video yang direkam di luar gedung dewan kota Lyman, tentara Ukraina mengklaim telah membebaskan kota tersebut. Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengunggah video itu di akun media sosialnya.
"Warga Ukraina yang terhormat, hari ini angkatan bersenjata Ukraina membebaskan dan menguasai pemukiman Lyman, wilayah Donetsk," kata salah satu tentara dalam video, dikutip dari Reuters.
Bendera Rusia yang berkibar di atap gedung, diturunkan dan dibuang oleh tentara Ukraina. Mereka kemudian menggantinya dengan bendera biru-kuning kebanggaan Ukraina.
2. Pertempuran masih terjadi di kota Lyman
Kota Lyman merupakan kota yang berada di sebelah tenggara kota Izyum. Kedua kota milik Ukraina tersebut, pada awal invasi telah diduduki Rusia dan dijadikan sebagai benteng pertahanan dan pusat logistik.
Sebelum pembebasan tersebut, tentara Ukraina telah mengepung Lyman. Melansir Al Jazeera, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan bahwa pasukan Moskow akan ditarik dari Lyman ke wilayah yang aman karena ancaman pengepungan pasukan Kiev.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Ukraina mengklaim hampir semua pasukan Rusia di Lyman telah ditangkap atau dibunuh. Dalam sebuah pidato video, Presiden Zelenskyy mengatakan pertempuran sengit masih terjadi di Lyman meski bendera Ukraina telah berkibar di kota itu.
3. Sekutu Putin sarankan penggunaan senjata nuklir berdaya rendah
Pembebasan kota Lyman dari pendudukan pasukan Rusia, memberikan potensi besar bagi pasukan Ukraina untuk mendorong lebih jauh ke dalam wilayah Donetsk. Wilayah itu telah diklaim secara ilegal oleh Presiden Vladimir Putin menjadi bagian dari Federasi Rusia.
Menurut Associated Press, kemunduran pasukan Rusia di Lyman telah memicu kritik dari sekutu dekat Putin, Ramzan Kadyrov. Dia menyalahkan kemunduran itu pada seorang jenderal Rusia yang ditutupi oleh para pemimpin tinggi di Staf Umum.
"Menurut pendapat pribadi saya, tindakan yang lebih drastis harus diambil, hingga deklarasi darurat militer di daerah perbatasan dan penggunaan senjata nuklir berdaya rendah," kata Kadyrov.
Lyman adalah salah satu kota penting yang dibebaskan Ukraina. Juru bicara militer Ukraina timur, Serhii Cherevatyi, mengatakan, pembebasan kota tersebut membuat pasukan Kiev selanjutnya akan menuju pembebasan kota lain yakni Kreminna dan Sievierodonetsk.

















