PBB Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran

- PBB menyambut baik gencatan senjata antara AS dan Iran, menyerukan semua pihak di Timur Tengah untuk mematuhi hukum internasional demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
- Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran dan Israel setelah Iran setuju membuka Selat Hormuz sepenuhnya untuk pelayaran internasional.
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung langkah gencatan senjata tersebut, namun menegaskan kesepakatan tidak mencakup Lebanon sehingga operasi militer ke negara itu tetap berlanjut.
Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pihaknya akan selalu mendukung perdamaian di Timur Tengah.
Oleh karena itu, PBB meminta seluruh pihak yang berkonflik untuk mematuhi aturan gencatan senjata yang sudah disetujui. Ini bertujuan agar situasi konflik di Timur Tengah mereda.
“(Antonio) Guterres menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan menaati ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut," kata Dujarric pada Selasa (7/4/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Trump sebelumnya sudah menyetujui gencatan senjata dengan Iran

Dukungan dari PBB ini muncul tidak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata AS dan Iran pada Selasa. Gencatan senjata ini juga ditujukan ke Israel. Jadi, selama dua pekan ke depan, AS, Israel, dan Iran dilarang melancarkan serangan terhadap satu sama lain.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, mereka meminta saya untuk menahan serangan yang akan dikirim dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman. Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di Truth Social dilansir Times of Israel.
Gencatan senjata ini membuat Trump batal menyerang Iran. Sebab, sebelum langkah ini diambil, Trump mengancam bakal menyerang semua pembangkit listrik dan jembatan yang ada di Iran pada Selasa malam jika mereka tidak kunjung membuka selat tersebut.
2. Israel juga menyambut baik gencatan senjata yang disetujui Trump

Selain PBB, gencatan senjata ini juga disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan, keputusan tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang. Namun, ia menegaskan gencatan senjata hanya berlaku bagi AS, Israel, dan Iran saja, tidak termasuk Lebanon. Artinya, Israel masih akan melancarkan serangan ke negara tersebut.
“Namun, gencatan senjata selama dua minggu itu tidak termasuk Lebanon,” kata Netanyahu dalam sebuah unggahan di X dilansir Al Jazeera.
Meski disambut baik oleh Netanyahu, sejumlah pejabat pemerintah Israel dikabarkan meragukan kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui Trump. Bahkan, pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menolak keras gencatan senjata antara AS dan Iran.
3. Iran sudah membuka Selat Hormuz

Trump akhirnya menyepakati gencatan senjata dengan Iran karena mereka kini sudah membuka Selat Hormuz untuk kapal-kapal dari semua negara, termasuk dari AS dan Israel. Meski begitu, kapal-kapal yang hendak melintas di sana tetap diminta berkoordinasi dengan militer Iran terlebih dahulu.
“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” bunyi pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.


















