Ratu Maxima Jadi Taruna Cadangan Militer Belanda

- Ratu Maxima menjalani pelatihan militer sebagai anggota cadangan Belanda.
- Keputusan ini dianggap berani dan mengikuti jejak putri mahkota Amalia.
- Pemerintah Belanda ingin memperkuat pertahanan negara akibat situasi geopolitik global.
Jakarta, IDN Times - Keputusan mengejutkan datang dari ratu Belanda, Maxima. Disebutkan, Maxima tengah menjalani pelatihan untuk menjadi anggota cadangan militer Belanda. Langkah ini muncul di tengah upaya negara untuk memperkuat ketahanan nasional di Belanda.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Belanda menegaskan bahwa keputusan sang ratu diambil karena keamanan nasional kini dianggap tidak lagi bisa dianggap remeh
“Karena keamanan Belanda tidak lagi bisa dianggap remeh, Maxima sudah memutuskan untuk menjadi tentara cadangan,” tulis pernyataan Kementerian Pertahanan Belanda mengutip Euro News.
1. Disebut murni keputusan Ratu Maxima

Keputusan Ratu Maxima mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Langkah ini dianggap sebagai langkah berani dan diharapkan bisa berdampak baik bagi masyarakat.
Juru bicara pertahanan Klaas Meijer menyebut langkah ini murni keputusan pribadi sang ratu “Kami tentu bangga dan berharap orang lain terinspirasi dan berpikir ‘hei, ini adalah sesuatu yang bisa saya lakukan’,” ujar Meijer.
Maxima menjalani berbagai pelatihan yang mencakup keterampilan militer dasar yang dibutuhkan untuk menjadi prajurit cadangan. Mulai dari ketahanan fisik, membaca peta, hingga hukum militer.
2. Mengikuti jejak putri mahkota

Keputusan Ratu Maxima ini disebut mengikuti langkah yang sebelumnya sudah diambil putrinya, Putri Mahkota Amalia. Amalia sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan dasar sebagai relawan cadangan.
Banyak pihak menilai keputusan Maxima semakin memperkuat citra keluarga kerajaan yang kini terkesan semakin dekat dengan rakyat dan siap turun langsung. Fenomena ini dianggap menunjukkan perubahan positif dalam peran perempuan di institusi kerajaan.
Nama Maxima membuat semakin banyak bangsawan Eropa perempuan yang terjun ke dunia militer. Termasuk Putri Elisabeth dari Belgia yang lebih dulu menempuh pendidikan militer di Brussels untuk membantu mempersiapkan tugas kerajaannya.
3. Konteks geopolitik yang mendesak

Pemerintah Belanda berencana meningkatkan jumlah personel militer dari 80 ribu menjadi 122 orang orang. Langkah ini dipicu situasi geopolitik global, termasuk ketegangan akibat perang Rusia-Ukraina di tepi timur Eropa.
Partisipasi Ratu Maxima dipandang sebagai simbol solidaritas dan motivasi bagi warga untuk ikut memperkuat pertahanan negara. “Seperti banyak warga Belanda lain, (Maxima) ingin memberikan kontribusi untuk keamanan negara,” bunyi pernyataan Kerajaan Belanda mengutip Euro News.

















