Pramono Larang Ormas Sweeping Rumah Makan Selama Ramadhan

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun ini melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) merazia (sweeping) rumah makan selama Ramadhan, guna menjaga ketertiban dan kerukunan di Ibu Kota.
"Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu, dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,” kata Gubernur DKI, Pramono Anung, di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, dilansir Antaranews, Sabtu (14/2/2025).
1. Pramono ajak masyarakat sambut Ramadhan dengan penuh kedamaian dan kerukunan

Menurut Pramono menyambut Ramadhan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan. Ia mengatakan, sebagai kepala daerah, ia bertanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif, terutama karena Jakarta merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Menurut dia, momentum Ramadhan harus menjadi ajang memperkuat toleransi antarumat beragama, bukan justru memunculkan permasalahan sosial.
2. Semua aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan keributan tidak diizinkan

Pramono menegaskan segala aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan keributan tidak akan diizinkan.
“Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya tidak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan, nanti saya izinkan,” ujarnya.
3. Pemprov DKI Jakarta siapkan berbagai agenda

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, lanjut Pramono, telah menyiapkan berbagai agenda menyambut Ramadhan dan Idul Fitri agar berjalan tertib dan aman, termasuk penguatan kegiatan keagamaan.
Pramono berharap masyarakat dapat menjaga suasana tetap damai, sehingga Ramadhan di Jakarta berlangsung dengan nyaman bagi semuanya.

















