Penembakan di Kanada, Dua Orang Tewas Termasuk Polisi

- Penembakan di Montreal menewaskan seorang polisi bernama Mohamed Lamine Benredouan dan warga sipil Michael Moshe Mizrahi, sementara satu polisi lain mengalami luka serius namun stabil.
- Pemerintah Kanada dan Quebec menyampaikan belasungkawa, menurunkan bendera setengah tiang, serta memuji keberanian petugas yang merespons cepat insiden tragis tersebut.
- Polisi menyelidiki manifesto pelaku yang diduga berisi ideologi misoginis incel, mengaitkannya dengan tren kekerasan serupa yang pernah terjadi di Kanada sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Seorang polisi dan warga sipil tewas akibat penembakan di kota Montreal, Kanada, pada Senin (22/6/2026). Tersangka, seorang pria yang belum diketahui identitasnya, langsung ditembak mati oleh petugas.
Dilansir BBC, serangan tersebut terjadi di kawasan padat penduduk, Côte-des-Neiges, sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Para penyelidik mengatakan, seorang saksi melihat senjata api menjulur keluar dari jendela, mendengar suara tembakan, lalu segera menghubungi polisi. Area tersebut sempat ditutup sementara sebelum kemudian dibuka kembali sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
"Saya sedang berada di jalan dekat rumah ketika mendengar satu tembakan, lalu beberapa tembakan lainnya. Saya berusaha berlindung di sebuah restoran pizza di dekat sana, dan saat itulah saya melihat pelaku yang tampak siap melepaskan tembakan. Ia mengenakan pakaian bergaya militer," kata warga setempat bernama Danny Wilk.
1. Seorang polisi lainnya juga mengalami luka serius

Polisi yang tewas diidentifikasi sebagai Mohamed Lamine Benredouan, 34 tahun. Ia telah bertugas di kepolisian sejak 2021. Kepala Kepolisian Montreal, Fady Dagher, mengatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya seorang polisi di kota tersebut tewas saat bertugas dalam 24 tahun terakhir.
Seorang polisi lainnya juga mengalami luka serius dalam penembakan tersebut. Namun, kondisinya dilaporkan telah stabil.
Sementara itu, korban sipil diidentifikasi sebagai Michael Moshe Mizrahi, seorang warga negara Israel. Pusat Urusan Israel dan Yahudi menyebutnya sebagai anggota komunitas Yahudi Montreal yang sangat dicintai.
2. Bendera Quebec diturunkan setengah tiang

Dalam pernyataan di akun media sosial X, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengungkapkan keterkejutannya atas serangan mematikan tersebut.
“Pikiran saya bersama para korban, orang-orang terkasih mereka, para petugas pertama yang merespons, dan seluruh komunitas Côte-des-Neiges. Saya juga berterima kasih kepada para polisi pemberani yang dengan dedikasi heroik melindungi komunitas kita," tulisnya.
Sementara itu, pejabat provinsi Quebec, Christine Fréchette, mengatakan dirinya telah meminta presiden Majelis Nasional untuk menurunkan bendera Quebec menjadi setengah tiang.
“Saya ingin berterima kasih kepada para polisi, petugas tanggap darurat, dan semua pihak yang bekerja di lapangan. Dalam menghadapi situasi ini, kita akan tetap bersatu, saling mendukung, dan bertekad untuk berdiri bersama semua yang terdampak," kata Fréchette.
3. Pelaku diduga terinspirasi dari gerakan misoginis

Dilansir CNN, polisi kini sedang memeriksa sebuah manifesto setebal lebih dari 100 halaman yang diyakini ditulis oleh pelaku. Menurut sumber penegak hukum, dokumen itu diduga mengusung ideologi misoginis incel, yang telah dikaitkan dengan sejumlah serangan kekerasan di Kanada dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu pembunuhan massal paling mematikan di Kanada, yaitu serangan tabrak mobil yang menewaskan 10 orang di Toronto pada 2018, juga dikaitkan dengan ideologi incel.
Dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), serangan mematikan yang melibatkan senjata api di Kanada jauh lebih jarang terjadi. Menurut analisis badan statistik nasional Kanada yang menggunakan data laporan kepolisian dari program Uniform Crime Reporting di kedua negara, hanya sekitar 38 persen kasus pembunuhan di Kanada yang melibatkan senjata api pada 2023, sementara angka AS mencapai 76 persen
Kepemilikan senjata api di Kanada juga jauh lebih rendah dibandingkan di AS. Menurut proyek Small Arms Survey, terdapat sekitar 121 senjata api untuk setiap 100 penduduk di AS, dibandingkan dengan sekitar 35 senjata per 100 penduduk di Kanada.









.jpg)
.jpg)







