Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polandia Larang Mobil Buatan China Masuk Area Militernya, Kenapa?

Bendera Polandia (unsplash.com/VLADISLAV BOGUTSKI)
Bendera Polandia (unsplash.com/VLADISLAV BOGUTSKI)
Intinya sih...
  • Sensor canggih kendaraan China dinilai ancam keamanan militer Polandia
  • Polandia perketat aturan konektivitas kendaraan China di area militer
  • Polandia selaraskan standar keamanan NATO terkait kendaraan China
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tentara Polandia secara resmi mengeluarkan pengumuman penting pada Selasa (17/2/2026), mengenai larangan masuk bagi kendaraan buatan China ke seluruh area fasilitas militer. Kebijakan ini diterapkan sebagai respons tegas atas kekhawatiran keamanan, khususnya dugaan bahwa sensor canggih pada kendaraan tersebut dapat disalahgunakan untuk mengumpulkan data rahasia. Langkah ini diambil guna memitigasi risiko mata-mata yang mungkin terjadi melalui teknologi otomotif modern di lingkungan pertahanan.

Penerapan aturan baru ini mencakup pembatasan akses fisik secara menyeluruh ke pangkalan militer, serta larangan penggunaan sistem konektivitas kendaraan untuk melindungi integritas informasi pertahanan. Pemerintah Polandia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan langkah antisipasi yang terukur demi menjaga kedaulatan data militer negara dari potensi ancaman siber maupun fisik.

1. Sensor canggih kendaraan China dinilai ancam keamanan militer Polandia

Militer Polandia kini menyoroti risiko tinggi akibat penggunaan sensor canggih pada kendaraan modern buatan China yang memiliki kemampuan memetakan lingkungan sekitar secara mendetail. Kendaraan tersebut sering kali dilengkapi dengan berbagai perangkat mutakhir, seperti kamera resolusi tinggi, radar, serta sistem LiDAR yang mampu melakukan pemetaan tiga dimensi terhadap infrastruktur militer yang sangat sensitif.

Kekhawatiran utama dalam evaluasi risiko keamanan nasional ini terletak pada potensi transmisi data secara otomatis tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan.

"Mobil mengumpulkan data sensitif baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari dalam, seperti data pada infrastruktur kritis atau data biometrik pengemudi dan penumpang," kata Paulina Uznańska, seorang pakar dari Pusat Studi Timur (OSW), dilansir TVP World.

Berdasarkan tinjauan keamanan, kendaraan ini dianggap sebagai "ponsel pintar di atas roda" yang memiliki kemampuan pengawasan konstan terhadap objek di sekitarnya. Pihak militer menegaskan bahwa kemampuan akuisisi data yang tidak terkendali ini sangat berbahaya jika kendaraan berada di dekat unit tempur atau pusat komando strategis yang memerlukan tingkat kerahasiaan tinggi.

2. Polandia perketat aturan konektivitas kendaraan China di area militer

Selain membatasi akses fisik, militer Polandia kini memperketat aturan mengenai penggunaan fitur konektivitas di dalam kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan China. Personel militer dilarang keras menghubungkan telepon seluler dinas ke sistem informasi dan hiburan kendaraan tersebut, guna mencegah terjadinya kebocoran data penting. Langkah ini diambil untuk menutup celah keamanan yang memungkinkan perangkat lunak kendaraan mengakses data sensitif, seperti daftar kontak, log panggilan, serta pesan singkat dari perangkat militer.

Meskipun larangan ini berlaku secara umum, komandan pangkalan militer tetap memiliki otoritas untuk memberikan izin masuk dalam kondisi tertentu yang sangat ketat, asalkan fitur perekaman dinonaktifkan sepenuhnya dan protokol keamanan tambahan telah dipenuhi oleh pengemudi.

Keputusan ini tidak hanya menyasar kendaraan operasional, tetapi juga berdampak pada kendaraan pribadi milik prajurit, termasuk laporan adanya penolakan akses bagi kendaraan Tesla di Brigade Lapis Baja Warsawa ke-1. Kebijakan ini merupakan bagian dari pembaruan Undang-Undang Pertahanan Tanah Air tahun 2022 yang memberikan wewenang lebih besar kepada pemerintah untuk mengatur wilayah sensitif, demi memastikan bahwa keamanan infrastruktur pertahanan tidak dikompromikan oleh kenyamanan teknologi otomotif modern.

3. Polandia selaraskan standar keamanan NATO terkait kendaraan China

Keputusan Polandia ini mencerminkan tren yang lebih luas di antara anggota NATO untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi yang dianggap berisiko dari segi keamanan siber. Polandia secara aktif berkoordinasi dengan sekutu internasional, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, guna merumuskan standar perlindungan infrastruktur pertahanan yang kuat. Menteri Pertahanan Polandia, Władysław Kosiniak-Kamysz, menegaskan bahwa tindakan ini adalah bagian dari tanggung jawab negara untuk melindungi warganya dan kepentingan nasional.

Menanggapi kebijakan tersebut, pemerintah China melalui juru bicara kementerian luar negerinya telah menyampaikan kritik dan meminta agar alasan keamanan tidak disalahgunakan.

Urgensi kebijakan ini semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan China di pasar Polandia, yang mencapai 14,5 persen dari pendaftaran mobil baru pada tahun 2025.

Dengan semakin banyaknya kendaraan China di jalanan, pihak militer merasa perlu menetapkan garis batas yang jelas antara area publik dan zona militer yang terlindungi. Integrasi sistem keamanan ini diharapkan dapat memitigasi risiko spionase elektronik yang semakin canggih seiring dengan kemajuan kecerdasan buatan dalam industri otomotif. Langkah ini menegaskan komitmen Polandia untuk mempertahankan standar perlindungan tertinggi bagi seluruh aset pertahanan, demi menjaga stabilitas kawasan di bawah payung aliansi NATO.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

KPK Tetapkan Tiga Korporasi Tersangka Gratifikasi Batu Bara

19 Feb 2026, 11:16 WIBNews