Aturan Buka Puasa di MRT, Dilarang Minum Kopi dan Teh

- Pengguna jasa diperbolehkan membatalkan puasa dengan air putih dan buah kurma maksimum 10 menit setelah azan magrib, tapi tidak boleh minum teh, kopi, sirup, soda, atau makan kudapan selain buah kurma.
- MRT Jakarta menghadirkan kampanye #Melaju Penuh Makna sebagai ajakan untuk menjadikan setiap perjalanan memiliki nilai yang lebih dalam dengan berbagai program mulai dari konten edukatif hingga inisiatif sosial.
- MRT Jakarta mengajak masyarakat untuk melangkah bersama dalam semangat berbagi, kepedulian, dan kebersamaan selama Ramadan.
Jakarta, IDN Times - MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan kebijakan khusus selama Ramadan, khususnya saat berbuka puasa, sebagai bentuk dukungan terhadap pengguna jasa yang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H/2026 M.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan pengguna jasa diperbolehkan membatalkan puasa saat berada di ratangga maupun area berbayar seperti peron atau beranda peron atau paid concourse saat waktu berbuka puasa.
"Pelanggan bisa melanjutkan kegiatan membatalkan puasa di area beranda peron tidak berbayar (unpaid concourse)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
1. Batalkan puasa hanya boleh air putih

Meski demikian, pengguna jasa hanya diperbolehkan membatalkan puasa dengan air putih dan buah kurma, serta maksimum 10 menit setelah azan magrib, apabila masih di ratangga atau area berbayar.
"Pengguna jasa tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan minuman selain air putih seperti teh, kopi, sirup, soda, dan kudapan selain buah kurma. Kebijakan ini mulai berlaku Kamis, 19 Februari 2025, seiring dengan dimulainya pelaksanaan ibadah puasa," ucapnya.
2. Hadirkan kampanye Ramadan

Sejalan dengan momentum Ramadan, MRT Jakarta menghadirkan kampanye #MelajuPenuhMakna, sebagai ajakan untuk menjadikan setiap perjalanan memiliki nilai yang lebih dalam.
"Melalui rangkaian program mulai dari konten edukatif, aktivasi digital dan promo interaktif, kegiatan berbagi takjil di area stasiun, hingga inisiatif sosial seperti buka puasa bersama anak yatim-piatu dan penyandang disabilitas, pembukaan donasi publik, serta penyaluran paket berkah Ramadan," ujarnya.
3. Pengguna MRT juga diajak tetap nyaman dan tertib beribadah

MRT Jakarta mengajak masyarakat tidak sekadar bergerak dari satu stasiun ke stasiun lain, tetapi juga melangkah bersama dalam semangat berbagi, kepedulian, dan kebersamaan selama Ramadan.
"Melalui pesan Perjalanan Lebih Bermakna Bersama MRT Jakarta, seluruh pengguna jasa juga diajak untuk tetap nyaman dan tertib beribadah di tengah mobilitas perkotaan yang dinamis. Selain itu, MRT Jakarta menyediakan beragam program penumpang yang dapat," ujarnya.


















