Rusia Bakal Lawan Negara Barat yang Blokade Kapal Dagangnya di Laut

- Rusia akan mencoba jalur diplomasi terlebih dahulu.
- Negara Barat sering mengganggu kapal dagang Rusia untuk menjatuhkan ekonominya.
- Rusia bakal perketat pertahanan di laut.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia menegaskan akan melawan semua upaya blokade dari negara Barat yang dilakukan terhadap kapal dagangnya saat berlayar di laut. Langkah ini dilakukan untuk memberi efek jera kepada negara-negara Barat, seperti Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat yang kerap mengganggu pelayaran kapal dagang Rusia di perairan internasional.
"Jika kita tidak memberikan respons tegas kepada mereka, maka tak lama kemudian Inggris, Prancis, dan bahkan negara-negara Baltik akan menjadi begitu berani kepada kita. Hal itu membuat mereka akan mencoba untuk memblokir akses negara kita ke laut sepenuhnya atau setidaknya di Cekungan Atlantik," kata Asisten Presiden dan Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolay Patrushev, pada Selasa (17/2/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Rusia akan mencoba jalur diplomasi terlebih dahulu

Meski begitu, Nikolay Patrushev menegaskan pihaknya akan mengedepankan jalur diplomasi terlebih dahulu untuk membujuk negara-negara Barat agar tidak lagi mengganggu kapal dagang Rusia. Namun, jika cara tersebut tidak berhasil, Rusia tidak akan segan-segan untuk menggunakan kekuatan militer untuk melawan blokade laut dari negara-negara Barat.
"Jika situasi ini tidak dapat diselesaikan secara damai, maka blokade akan dipatahkan dan dihilangkan oleh angkatan laut. Kita tidak boleh lupa bahwa banyak kapal berlayar di lautan di bawah bendera Eropa. Kita mungkin juga tertarik untuk mengetahui apa yang mereka bawa dan ke mana tujuannya," lanjut Patrushev dalam pernyataannya.
2. Negara Barat sering mengganggu kapal dagang Rusia untuk menjatuhkan ekonominya

Negara-negara Barat, seperti Inggris dan Prancis, memang sering memblokade kapal dagang Rusia. Pada 22 Januari 2026 lalu, misalnya, pasukan angkatan laut Prancis mencegat dan menahan kapal minyak Rusia di Laut Mediterania selatan.
Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Uni Eropa juga kerap melakukan hal serupa. Bahkan, mereka juga sering memberikan sanksi kepada kapal-kapal dagang yang datang dari Rusia. Sejauh ini, Inggris, AS, dan negara Uni Eropa sudah memberi sanksi ke lebih dari 600 kapal dagang dari Rusia.
Menurut Nikolay Patrushev, negara-negara Barat memang sengaja memblokade kapal-kapal dagang untuk melumpuhkan perekonomian Rusia. Sebab, jika kapal-kapal tersebut gagal mengirim produk ekspor karena terkena blokade, Rusia akan mengalami kerugian besar sehingga perekonomian bisa lumpuh. Jika ekonomi lumpuh, Rusia bakal kehabisan dana untuk melakukan invasi militer ke Ukraina.
3. Rusia bakal perketat pertahanan di laut

Untuk mengatasi masalah tersebut, Nikolay Patrushev menegaskan Rusia akan meningkatkan pertahanan militernya di wilayah laut. Rusia akan menambah armada kapal yang berpatroli di laut untuk mengamankan kapal dagang mereka dari serangan blokade Barat. Sebab, jika terus dibiarkan, negara-negara Barat akan terus memblokade kapal-kapal dagang Rusia sehingga perekonomian bisa lumpuh.
“Kita membutuhkan lebih banyak kapal untuk zona laut dan samudra yang mampu beroperasi secara mandiri dalam waktu lama pada jarak yang cukup jauh dari pangkalan mereka," ujar Patrushev dilansir Al Jazeera.
"Keberadaan angkatan laut, kemampuan untuk melindungi kegiatan ekonomi kita di laut, untuk mengekspor minyak, gandum, dan pupuk kita, adalah syarat untuk berjalannya negara secara normal," lanjutnya.


















