Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Eropa Dilanda Banjir dan Gelombang Panas Sekaligus

Eropa Dilanda Banjir dan Gelombang Panas Sekaligus
ilustrasi (Unsplash.com/Dimitris Pallas)
Intinya Sih
  • Bencana alam melanda Italia, Prancis, dan Jerman.
  • Prancis mengalami hujan lebat dan peringatan badai, sementara di Jerman terjadi banjir dan longsor.
  • Italia utara dilanda banjir, sedangkan bagian selatan mengalami gelombang panas yang tidak sesuai musim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Beberapa negara di Eropa dilanda bencana alam seperti Italia, Prancis dan Jerman. Di Italia utara, wilayah tersebut dilanda banjir tapi di bagian selatan mengalami gelombang panas yang tidak sesuai musim.

Pada Jumat (17/5/2024), Prancis mengalami hujan lebat dan peringatan badai diumumkan. Warga diimbau untuk membatasi pergerakan, menghindari aktivitas tertentu di luar ruangan.

Di Jerman, cuaca buruk yang melanda menyebabkan banjir dan longsor. Kanselir Olaf Scholz melakukan kunjungan untuk memberikan solidaritas kepada warga yang terdampak. Skala kerusakan belum dapat diperkirakan, tapi tidak ada laporan korban jiwa.

1. Banjir merendam kota-kota di Italia utara

ilustrasi banjir (Unsplash.com/Jonathan Ford)
ilustrasi banjir (Unsplash.com/Jonathan Ford)

Kota Padua dan Vicenza di Italia terendam air setelah badai dan hujan deras menerjang. Petugas layanan darurat menggunakan perahu untuk mengevakuasi orang-orang dari rumah mereka.

"Peristiwa ekstrem menjadi lebih sering terjadi dan akan meningkat seiring dengan meningkatnya pemanasan global," kata Marco Marani, pakar perubahan iklim di Universitas Padua, dikutip BBC.

Pada Jumat, bantaran sungai Muson dei Sassi di Padua jebol akibat hujan lebat. Di Lombardy, kereta barang terbalik oleh hembusan angin badai yang berkecepatan antara 150 dan 200 kilometer per jam.

Wali kota Borgo Montavao, Alberto Borsari, mengatakan banyak jalan dan ruang bawah tanah terendam banjir. Situasinya sangat sulit, tapi tidak ada yang terluka. Banjir juga terjadi di kota Milan, sedangkan di kawasan Como, satu orang dilaporkan hilang.

2. Kekeringan di Italia selatan, hujan deras di Prancis

ilustrasi (Unsplash.com/Juli Kosolapova)
ilustrasi (Unsplash.com/Juli Kosolapova)

Situasi berbanding terbalik di Italia bagian selatan. Wilayah itu mengalami gelombang panas yang tidak sesuai musim. Suhu melonjak hingga 35 derajat Celcius di Sisilia.

Dilansir Euro News, di Sardinia, wilayah itu dilanda kelangkaan air dan panen yang buruk bagi petani gandum lokal. Mereka hanya bisa berharap setengah dari hasil panen biasanya. Diperkirakan, pembatasan air akan terjadi pada akhir musim panas.

Sedangkan di Prancis, hujan luar biasa mengguyur pada Jumat karena penurunan suhu dingin yang sangat besar di Jerman. Hujan mulai dari Kamis malam selama 24 jam penuh dengan intensitas berkelanjutan.

Beberapa wilah mengalami lonjakan curah hujan yang tidak seperti biasanya. Ini khususnya terjadi di Bas-Rhin, Moselle, dan di Alsace.

3. Banjir dan longsor di Jerman

Kanselir Jerman Olaf Scholz (x.com/Bundeskanzler Olaf Scholz)
Kanselir Jerman Olaf Scholz (x.com/Bundeskanzler Olaf Scholz)

Di Jerman barat daya, banjir dan longsor terjadi. Sungai meluap yang berdampak banjir di desa Kleinblittersdorf.

Kanselir Jerman membatalkan kehadiran di acara kampanye di Saarland yang berbatasan dengan Prancis. Dia berkunjung ke wilayah bencana mengenakan sepatu hujan bersama Gubernur Anke Rehlinger.

"Sayangnya, ini bukan pertama kalinya kami harus menangani bencana alam yang besar dan oleh karena itu kami tentu akan mempertimbangkan apa yang perlu dilakukan di sini sekarang dan apa yang perlu dilakukan," kata Scholz, dikutip Associated Press.

Rumah dan ruang bawah tanah terndam banjir. Mobil-mobil terendam sebagian dan jalanan dipenuhi air. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pri Saja
EditorPri Saja
Follow Us

Latest in News

See More