Suriah Tangkap Pelaku Serangan di Bandara Militer Damaskus

- Serangan di wilayah Mazzeh sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk bandara militer, menimbulkan kerusakan parah dan kepanikan warga sekitar.
- Sejumlah media menyebut serangan dilakukan menggunakan senjata dari Hizbullah, namun Hizbullah membantah laporan tersebut.
- Suriah sedang berupaya memperbaiki keamanan negara setelah penggulingan Bashar Al Assad pada 2024, dengan penangkapan tersangka penyerangan sebagai salah satu upaya.
Jakarta, IDN Times - Suriah dilaporkan telah menangkap semua pelaku serangan bandara militer di wilayah Mazzeh, Ibukota Damaskus. Informasi ini disampaikan langsung oleh pasukan keamanan Suriah pada Minggu (1/2/2026).
“Para penjahat yang melakukan serangan di Mezzeh dan bandara militernya dalam upaya putus asa untuk merusak keamanan dan stabilitas kini berada dalam tahanan pasukan keamanan Suriah,” kata Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, dalam sebuah unggahan di X merespons penangkapan tersebut.
1. Serangan di wilayah Mazzeh sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir

Serangan di wilayah Mazzeh dilaporkan sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Serangan terakhir di wilayah itu terjadi pada 3 Januari 2026 lalu. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal menyerang beberapa tempat, termasuk bandara militer, menggunakan senjata roket.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Selain itu, serangan tersebut juga membuat warga sekitar panik dan khawatir akan keamanan mereka.
Awalnya, tidak ada satu orang pun atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Pemerintah Suriah saat itu menduga serangan dilakukan oleh kelompok pendukung eks Presiden Suriah, Bashar Al Assad. Sebab, sejak Assad dimakzulkan dari jabatannya pada 2024, Suriah kerap kali mengalami ancaman keamanan dari kelompok-kelompok bersenjata.
2. Sejumlah media menyebut serangan dilakukan menggunakan senjata dari Hizbullah

Sejumlah media menyebut senjata yang digunakan para tersangka untuk melakukan serangan di wilayah Mazzeh berasal dari Hizbullah. Sebab, kelompok tersebut dikabarkan punya kedekatan dengan Bashar Al Assad.
Namun, Hizbullah membantah semua laporan tersebut. Milisi dari Lebanon itu justru mengaku tidak memiliki aktivitas atau hubungan dengan kelompok mana pun di Suriah.
Di sisi lain, Pemerintah Suriah tidak secara gamblang menyebut Hizbullah turut andil dalam serangan di Mazzeh. Mereka hanya menyebut kelompok yang melakukan serangan ke beberapa tempat di Mazzeh, termasuk ke bandara militer Suriah, punya afiliasi dengan kelompok asing.
3. Suriah sedang berupaya memperbaiki keamanan negara

Tindakan penangkapan tersangka penyerangan di wilayah Mazzeh ini merupakan salah satu upaya Suriah untuk memperbaiki keamanan negara. Sebab, stabilitas politik dan keamanan di negara tersebut terganggu usai penggulingan Bashar Al Assad pada 2024.
Presiden baru Suriah, Ahmed Al Shara, ingin negaranya kembali tentram. Selain itu, ia juga ingin memperbaiki kondisi politik di Suriah. Ini merupakan janjinya saat resmi jadi presiden untuk menggantikan Al Assad pada 2025 lalu.
Al Shara sendiri merupakan mantan pemimpin tertinggi Hayat Tahrir Al Sham (HTS). HTS merupakan kelompok milisi yang menggulingkan Bashar Al Assad dari kursi presiden.
















