Pramono Klaim Akan Tuntaskan Proyek yang Mandek 4 Tahun Imbas Banjir

- Pramono klaim akan menuntaskan proyek yang mandek sejak 2022
- Pembangunan rumah pompa Daan Mogot diharapkan dapat atasi banjir
- Kapasitas pompa yang dipasang mencapai 11,5 meter kubik per detik untuk mempercepat surutnya genangan saat hujan lebat
Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim akan segera tuntaskan proyek yang sempat tersendat sejak 2022, termasuk penataan kawasan KM 13 untuk menangani persoalan banjir.
“Kami berharap, melalui penanganan ini, persoalan banjir di kawasan Daan Mogot KM 13 dapat teratasi. Selain itu, pembangunan yang belum terselesaikan sejak 2022 akan segera kami tuntaskan, termasuk penataan kawasan KM 13,” ujar Pramono dikutip dalam keterangan pers, Selasa (3/2/2026).
1. Pramono sebut pembangunan rumah pompa Daan Mogot bisa atasi banjir

Sebelumnya, Pramono menyebut pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot, Jakarta Barat, bisa atasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan pastikan sistem yang dibangun benar benar berfungsi optimal dan berdampak langsung pada pengurangan genangan.
2. Pembangunan rumah pompa akan dilakukan di empat titik Jalan Daan Mogot

Lebih lanjut, pembangunan sistem ini dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot, yaitu di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur.
Pramono menyebut kawasan tersebut sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Wilayah di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan ini,” kata Pramono.
3. Kapasitas pompa yang dipasang capai 11,5 meter kubik per detik

Sementara, total kapasitas pompa yang dipasang mencapai 11,5 meter kubik per detik. Kapasitas itu bersumber dari empat rumah pompa, yaitu Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B.
Pramono mengatakan kapasitas tersebut dirancang untuk mempercepat surutnya genangan saat hujan lebat.
“Dengan kapasitas total 11,5 meter kubik per detik, kami berharap air dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat. Kapasitas ini dirancang untuk mempercepat surutnya genangan dan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya,” kata Pramono.
















