Ukraina Hanya Izinkan Starlink Resmi Beroperasi, Cegah Serangan Rusia

- Ukraina dan SpaceX bekerja sama untuk batasi Starlink.
- Fedorov mengumumkan kerja sama Ukraina dan SpaceX untuk mengotorisasi penggunaan Starlink.
- Langkah selanjutnya adalah memperbolehkan operasi terminal resmi di Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov mengumumkan bahwa hanya Starlink resmi yang boleh beroperasi di Ukraina. Alhasil, Starlink yang tidak terverifikasi akan dimatikan untuk mencegah disalahgunakan membantu serangan drone Rusia.
“Pemerintah Ukraina sudah bekerja sama dengan SpaceX. Nanti, akan ada instruksi bagi pengguna Starlink untuk melakukan registrasi khusus. Proses registrasi ini sederhana, cepat, dan mudah dipahami,” tuturnya, dikutip dari United24, Senin (2/2/2026).
Belakangan ini, terdapat kabar bahwa militer Rusia menggunakan Starlink untuk mengarahkan drone di Ukraina. Penggunaan Starlink untuk meningkatkan jangkauan dan akurasi serangan drone.
1. Ukraina dan SpaceX akan bekerja sama untuk batasi Starlink
Fedorov mengatakan, Ukraina dan SpaceX sudah bekerja sama tahap awal untuk mengotorisasi penggunaan sistem internet satelit Starlink. Ia mengucapkan terima kasih kepada SpaceX yang bersedia bekerja sama dengan Ukraina.
“Langkah selanjutnya adalah memperbolehkan operasi untuk terminal resmi di Ukraina. Kami berterima kasih kepada Starlink dan SpaceX yang proaktif dalam mendukung keamanan Ukraina,” terangnya.
Sebelumnya, Penasehat Pertahanan Ukraina, Serhii Beskrestnov menerima laporan bahwa drone Rusia sudah dilengkapi dengan Starlink untuk menargetkan kereta api di Kharkiv. Dengan bukti itu, Ukraina melaporkan ke SpaceX untuk mengatasi masalah ini.
2. Elon Musk sebut deaktivasi Starlink tidak resmi berhasil
Menanggapi pernyataan Fedorov, CEO SpaceX, Elon Musk mengungkapkan bahwa langkah deaktivasi Starlink tidak resmi sukses. Ia menyebut, tindakan awal ini sudah efektif mengurangi serangan Rusia di Ukraina.
“Sepertinya langkah awal yang kami buat untuk menghentikan otorisasi penggunaan Starlink tidak resmi dari Rusia sudah berjalan dengan baik. Biarkan kami tahu jika ada yang butuh dilakukan,” terangnya, dilansir Ukrainska Pravda.
Di sisi lain, Fedorov mengaku akan terus bekerja sama dengan Musk untuk menentukan langkah selanjutnya. Ia mengapresiasi kontribusi Musk untuk membantu kebebasan rakyat Ukraina.
3. Musk terlibat perselisihan dengan Menlu Polandia soal Starlink
Pekan lalu, Musk menyebut bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia, Radoslaw Sikorski sebagai seseorang yang bodoh. CEO SpaceX itu membantah tuduhan Sikorski dan menyebut Starlink menjadi alat komunikasi utama bagi militer Ukraina.
Dilansir Kyiv Post, pernyataan ini disampaikan setelah Sikorski mengunggah bukti dari ISW soal penggunaan Starlink oleh Rusia. Sebelumnya, Musk dan Sikorski sudah terlibat percekcokan mengenai peran Starlink di Ukraina yang dibayarkan oleh Polandia.


















