AS Mulai Pemindahan 7 Ribu Tahanan ISIS dari Suriah ke Irak

- Baghdad konfirmasi telah terima gelombang pertama
- Total 120 tahanan berhasil kabur dari penjara Al-Shaddadi
- AS sebut peran SDF di Suriah telah berakhir
Jakarta, IDN Times - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memulai operasi pemindahan tahanan ISIS dari timur laut Suriah menuju fasilitas keamanan di Irak pada Rabu (21/1/2026). Gelombang transfer pertama melibatkan pengangkutan 150 anggota ISIS dari fasilitas penahanan di Hasakah.
Washington merencanakan relokasi hingga 7 ribu tahanan ke fasilitas yang dikendalikan Irak. Pemindahan dilakukan secara mendesak seiring masuknya pasukan pemerintah Suriah ke wilayah yang sebelumnya dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF).
1. Baghdad konfirmasi telah terima gelombang pertama

Pemerintah Irak mengonfirmasi penerimaan gelombang pertama tahanan yang mencakup warga negara Irak dan asing. Dewan Keamanan Nasional Irak menyetujui kebijakan penerimaan kembali tahanan dari penjara-penjara SDF setelah memantau perkembangan situasi keamanan di perbatasan Suriah.
Juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Sabah al-Numan, menyatakan para tahanan akan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan yang dikelola langsung oleh pemerintah. Kelompok pertama yang tiba terdiri dari 150 elemen teroris yang sebelumnya terlibat dalam aksi kekerasan terhadap warga sipil.
"Memfasilitasi pemindahan tahanan ISIS secara tertib dan aman sangat penting untuk mencegah pembobolan penjara yang dapat menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat dan keamanan regional," ujar Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dilansir Al Jazeera.
2. Total 120 tahanan berhasil kabur dari penjara Al-Shaddadi

AS mempercepat proses transfer karena khawatir akan rapuhnya pengamanan penjara setelah penarikan pasukan SDF. Kekosongan kekuasaan di beberapa wilayah timur laut Suriah telah memicu insiden keamanan, termasuk pelarian massal tahanan ISIS di tengah pertempuran antara SDF dan pasukan pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan sekitar 120 tahanan ISIS berhasil melarikan diri dari penjara Al-Shaddadi di pedesaan Hasakah pada awal pekan ini. Pasukan keamanan Suriah kemudian berhasil menangkap kembali 81 tahanan, tetapi insiden tersebut tetap memicu alarm bahaya bagi koalisi internasional.
SDF mengaku terpaksa menarik diri dari beberapa lokasi strategis, termasuk kamp Al-Hol yang menampung ribuan keluarga ISIS, akibat bentrokan senjata. Kondisi kacau di lapangan memaksa AS mengambil alih tanggung jawab pemindahan tahanan risiko tinggi yang ditargetkan rampung dalam hitungan hari.
3. AS sebut peran SDF di Suriah telah berakhir

Dinamika politik di Suriah menunjukkan perubahan signifikan di mana Washington mulai mengalihkan koordinasi keamanan dari milisi Kurdi ke pemerintah pusat Suriah. Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut peran SDF sebagai kekuatan utama anti-ISIS telah berakhir seiring kesiapan Damaskus mengambil alih tanggung jawab keamanan.
Laksamana Brad Cooper telah melakukan komunikasi langsung via telepon dengan Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa. Keduanya membahas kepatuhan gencatan senjata dan kerja sama teknis dalam transfer ribuan tahanan ISIS agar tidak terjadi gangguan keamanan.
"Kesepakatan ini mengintegrasikan pejuang SDF ke dalam militer nasional, menyerahkan infrastruktur utama, dan menyerahkan kendali penjara serta kamp ISIS ke Damaskus," tulis Tom Barrack melalui akun media sosialnya, dilansir Fox News


















