Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tanda Tangan Trump Akan Masuk Uang Kertas Dolar AS, Tradisi Sejak 1861 Diubah

Tanda Tangan Trump Akan Masuk Uang Kertas Dolar AS, Tradisi Sejak 1861 Diubah
ilustrasi tanda tangan (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Departemen Keuangan AS umumkan pencantuman tanda tangan Presiden Donald Trump pada uang dolar, menggantikan tanda tangan Bendahara dan menjadi perubahan pertama sejak 1861.
  • Menteri Keuangan Scott Bessent sebut kebijakan ini sebagai simbol capaian ekonomi di bawah Trump, sementara Gubernur California Gavin Newsom mengkritik langkah tersebut karena kondisi ekonomi rakyat.
  • Kebijakan ini bagian dari pola pemerintahan Trump yang menautkan namanya dengan institusi nasional, termasuk koin peringatan dan proyek publik menjelang 250 tahun kemerdekaan AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (26/3/2026) mengumumkan rencana pencantuman tanda tangan Presiden Donald Trump pada uang kertas dolar AS. Kebijakan ini menjadikan Trump sebagai presiden pertama yang masih menjabat dengan tanda tangan tercantum pada mata uang resmi.

Selama ini, uang kertas di AS hanya memuat tanda tangan Menteri Keuangan dan Bendahara. Dalam aturan baru, tanda tangan Trump ditambahkan sementara tanda tangan Bendahara dihapus, perubahan yang belum pernah terjadi sejak 1861 dan dikaitkan dengan peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli 2026 atau Semiquincentennial, dikutip The Guardian.

1. Pemerintah AS jelaskan alasan penerapan kebijakan baru

ilustrasi 100 dolar AS
ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)

Menteri Keuangan Scott Bessent menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan capaian ekonomi di bawah kepemimpinan Trump serta menjadi simbol pengakuan terhadap momen bersejarah bagi AS.

Ia menilai pencantuman nama presiden pada uang dolar menjadi cara kuat untuk menandai keberhasilan negara sekaligus peran Trump dalam periode tersebut. Bendahara Brandon Beach juga menyatakan bahwa mata uang AS akan tetap menjadi simbol kemakmuran, kekuatan, dan semangat rakyat di bawah kepemimpinan Trump.

Uang kertas 100 dolar AS dengan tanda tangan Trump dan Bessent dijadwalkan mulai dicetak pada Juni. Denominasi lain akan menyusul pada bulan berikutnya, sementara uang yang saat ini beredar masih memuat tanda tangan Janet Yellen dan Lynn Malerba.

2. Gubernur California kritik kebijakan tanda tangan presiden

ilustrasi demokrasi di Amerika Serikat
ilustrasi demokrasi di Amerika Serikat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Gubernur California Gavin Newsom menyampaikan kritik terhadap kebijakan tersebut melalui media sosial dengan mengaitkannya pada kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Sekarang orang Amerika akan tahu persis siapa yang harus disalahkan saat mereka membayar lebih banyak untuk bahan makanan, bensin, sewa, dan perawatan kesehatan,” tulisnya, dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara pemerintah dan oposisi dalam melihat kebijakan ekonomi.

3. Pemerintahan Trump kaitkan nama presiden dengan institusi

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic, via Wikimedia Commons)

Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah lebih luas dalam pemerintahan Trump yang menghubungkan nama presiden dengan berbagai institusi dan proyek nasional.

Langkah tersebut mencakup perubahan nama sejumlah lembaga, termasuk pusat seni dan lembaga perdamaian, serta penamaan kelas kapal perang baru. Selain itu, Komisi Seni Rupa AS yang dipimpin Rodney Mims Cook Jr. menyetujui pencetakan koin emas 24 karat bergambar Trump untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan dengan memanfaatkan celah dalam undang-undang federal, dilansir BBC.

Pada masa jabatan sebelumnya, nama Trump juga pernah dicantumkan pada cek stimulus yang dikirim kepada jutaan warga AS selama pandemik Covid-19, sehingga menunjukkan pola kebijakan yang konsisten dalam mengaitkan identitas presiden dengan simbol negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More