Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terobos Penjara, 86 Orang Pro-Palestina Ditangkap Polisi Inggris

ilustrasi penangkapan (unsplash.com/niu niu)
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/niu niu)
Intinya sih...
  • Polisi London tangkap 86 demonstran pro-Palestina yang terobos area penjara
  • Tuduhan pelanggaran wilayah secara sengaja setelah demonstran menerobos masuk ke penjara HMP Wormwood Scrubs dilayangkan kepada para demonstran
  • Demonstrasi dilakukan untuk mendukung tahanan Palestine Action yang mogok makan di penjara tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polisi di London, Inggris, menangkap 86 orang pada Sabtu malam (24/1/2026), setelah sekelompok demonstran menerobos masuk ke area penjara HMP Wormwood Scrubs di London barat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap para tahanan yang melakukan mogok makan.

Kepolisian Metropolitan London melaporkan bahwa para pengunjuk rasa menolak saat diminta meninggalkan area penjara. Mereka juga diduga menghalangi petugas penjara dan mengancam staf yang bertugas di lokasi. Aparat akhirnya melakukan penangkapan massal setelah situasi dinilai mengganggu keamanan fasilitas.

1. Polisi London tangkap 86 demonstran pro-Palestina yang terobos area penjara

Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi penangkapan terhadap 86 orang dengan tuduhan aggravated trespass atau pelanggaran wilayah secara sengaja, setelah kelompok demonstran menerobos masuk ke area penjara HMP Wormwood Scrubs di London barat.

Menurut keterangan resmi polisi, para pengunjuk rasa melakukan aksi untuk mendukung tahanan dari kelompok Palestine Action yang tengah melakukan mogok makan di penjara tersebut. Mereka menolak meninggalkan area penjara meski telah diperintahkan oleh petugas, dan beberapa di antaranya bahkan berhasil memasuki pintu masuk staf di salah satu gedung penjara.

“Kelompok tersebut berunjuk rasa untuk mendukung tahanan Palestine Action yang sedang mogok makan dan menolak meninggalkan area penjara ketika diperintahkan,” tulis Kepolisian Metropolitan di platform X, dikutip Times of Israel.

2. Kementerian Kehakiman Inggris sebut penyusupan ke penjara sangat mengkhawatirkan

Menurut laporan Kepolisian Metropolitan London, para demonstran yang menerobos area penjara HMP Wormwood Scrubs tidak hanya melanggar batas wilayah, tetapi juga diduga menghalangi staf penjara untuk keluar dan masuk, mengancam petugas kepolisian, serta sebagian berhasil memasuki area pintu masuk staf di salah satu gedung penjara. Polisi menyatakan bahwa seluruh individu yang terlibat telah berhasil ditahan di lokasi kejadian.

Kementerian Kehakiman Inggris menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengkhawatirkan dan menilai eskalasi protes tersebut sepenuhnya tidak dapat diterima. Kendati demikian, pihak kementerian menegaskan bahwa keamanan penjara tidak pernah berada dalam kondisi terancam selama insiden berlangsung.

“Eskalasi protes di HMP Wormwood Scrubs sepenuhnya tidak dapat diterima. Kami menjunjung hak untuk berunjuk rasa secara damai, tetapi laporan tentang penyusupan dan ancaman terhadap staf penjara serta petugas polisi sangat mengganggu,” ujar juru bicara Kementerian Kehakiman Inggris, dikutip The Independent.

3. Demonstrasi dukung tahanan pro-Palestina yang mogok makan

Aksi protes di luar penjara HMP Wormwood Scrubs dilakukan untuk mendukung Muhammad Umer Khalid, tahanan berusia 22 tahun yang dilaporkan memulai mogok minum pada Jumat (23/1/2026). Khalid tengah menunggu persidangan atas tuduhan perusakan di Pangkalan Angkatan Udara RAF Brize Norton pada Juni 2025, meski ia membantah keterlibatannya.

Kelompok kampanye Prisoners for Palestine mengonfirmasi bahwa Khalid merupakan peserta terakhir yang masih aktif dalam aksi mogok makan yang diprakarsai kelompok tersebut. Sementara itu, Palestine Action telah dinyatakan sebagai organisasi teroris di Inggris sejak Juli 2025 berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000. Dukungan terhadap kelompok ini dikategorikan sebagai tindak pidana dengan ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara.

Juru bicara Kementerian Kehakiman Inggris menyatakan bahwa kondisi Khalid diawasi sesuai dengan kebijakan kesehatan penjara jangka panjang.

“Tahanan ditangani berdasarkan prosedur standar, termasuk pemeriksaan medis rutin, pemantauan jantung dan tes darah, serta dukungan untuk membantu mereka makan dan minum kembali,” ujarnya, dikutip BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Ahok Jadi Saksi di Sidang Anak Riza Chalid Hari ini

27 Jan 2026, 06:00 WIBNews