Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Orang Tewas akibat Ledakan Toko Kembang Api di China

ilustrasi ledakan (unsplash.com/Joshua Sukoff)
ilustrasi ledakan (unsplash.com/Joshua Sukoff)
Intinya sih...
  • Polisi telah amankah pihak-pihak yang bertanggung jawab
  • Pemerintah daerah diimbau tingkatkan pengawasan terhadap kembang api
  • Standar keselamatan yang lemah kerap jadi penyebab kecelakaan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ledakan dan kebakaran terjadi di sebuah toko kembang api di China timur menjelang Tahun Baru Imlek. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dan dua lainnya terluka.

Ledakan itu terjadi di sebuah desa di provinsi Jiangsu pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Pihak berwenang mengatakan insiden itu disebabkan oleh seorang warga yang menyalakan kembang api secara tidak semestinya di dekat toko tersebut.

“Otoritas manajemen darurat, pemadam kebakaran, keamanan publik, dan kesehatan segera menuju lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan dan penanganan,” kata otoritas wilayah Donghai dalam sebuah pernyataan. Pihaknya menambahkan bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00.

1. Polisi telah amankah pihak-pihak yang bertanggung jawab

ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)
ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)

Menurut lembaga penyiaran CCTV, selain delapan korban tewas, dua orang mengalami luka bakar ringan akibat ledakan tersebut. Pihak yang bertanggung jawab telah diamankan dan penyelidikan telah diluncurkan.

Masyarakat pedesaan di China sering menyalakan kembang api untuk merayakan hari-hari besar dan momen penting seperti Tahun Baru China, yang kali ini jatuh pada Selasa (17/2/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak daerah telah melarang penggunaan kembang api, sebagian karena polusi udara. Namun, kembang api kemungkinan akan kembali diizinkan di beberapa tempat setelah sejumlah pemerintah melonggarkan larangan tersebut tahun lalu.

2. Pemerintah daerah diimbau tingkatkan pengawasan terhadap kembang api

lampion merah khas masyarakat Tionghoa
lampion merah khas masyarakat Tionghoa (unsplash.com/Pradamas Gifarry)

Kementerian Manajemen Darurat menyatakan bahwa China tengah memasuki periode puncak penggunaan kembang api selama libur Tahun Baru China. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau seluruh daerah untuk meningkatkan pengawasan di setiap tahap produksi, transportasi, penjualan dan penggunaan kembang api.

“(Para pejabat harus) dengan tegas mencegah terulangnya insiden serupa,” kata kementerian dalam pernyataannya, dikutip dari SCMP.

Selain itu, seluruh wilayah dan pelaku usaha kembang api juga diminta melakukan penilaian menyeluruh terhadap risiko keselamatan dan bahaya terkait kembang api dan petasan.

3. Standar keselamatan yang lemah kerap jadi penyebab kecelakaan

ilustrasi pabrik (unsplash.com/Tianxiang Ji)
ilustrasi pabrik (unsplash.com/Tianxiang Ji)

Dilansir dari The Straits Times, kecelakaan industri kerap terjadi di China akibat lemahnya standar keselamatan. Sebelumnya, sedikitnya delapan orang tewas akibat ledakan di sebuah pabrik bioteknologi di provinsi Shanxi, China utara, bulan ini.

Pada akhir Januari, ledakan juga terjadi di sebuah pabrik baja di provinsi Inner Mongolia. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam kecelakaan tersebut

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

44 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Imlek 2026

17 Feb 2026, 08:28 WIBNews