Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Unggah Video Rasis soal Obama, Langsung Hapus Usai Dikecam

Trump Unggah Video Rasis soal Obama, Langsung Hapus Usai Dikecam
Presiden AS, Donald Trump, dan mantan Presiden AS, Barack Obama. (DoD photo by U.S. Air Force Staff Sgt. Marianique Santos, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Video rasis Trump tentang Obama memicu kemarahan publik
  • Gedung Putih awalnya menolak kritik, tapi akhirnya mengakui kesalahan staf
  • Konten konspirasi sering diunggah Trump jelang momentum politik AS
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu kemarahan luas setelah membagikan sebuah video bernuansa rasis yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama sebagai monyet. Unggahan tersebut muncul di akun Truth Social milik Trump pada Kamis (5/2/2026) malam waktu setempat dan dihapus keesokan harinya.

Video itu langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, baik dari Partai Demokrat maupun Partai Republik. Para pengkritik menilai konten tersebut sangat ofensif karena menyasar Barack Obama, presiden kulit hitam pertama dalam sejarah AS, serta Michelle Obama sebagai ibu negara kulit hitam pertama.

Gedung Putih sempat meremehkan polemik tersebut dengan menyebut reaksi publik sebagai kemarahan palsu. Namun, sekitar 12 jam setelah unggahan itu muncul, pihak Gedung Putih akhirnya mengakui video tersebut diunggah akibat kesalahan staf.

Pengakuan itu menjadi langkah mundur yang jarang dilakukan oleh pemerintahan Trump, yang selama ini dikenal enggan mengakui kesalahan, termasuk dalam kontroversi di media sosial.

1. Isi memicu kemarahan publik

Trump Unggah Video Rasis soal Obama, Langsung Hapus Usai Dikecam
Truth Social (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Video berdurasi sekitar satu menit itu berisi promosi teori konspirasi mengenai kekalahan Trump dalam Pilpres AS 2020 dari Joe Biden. Di bagian akhir video, Barack dan Michelle Obama ditampilkan selama sekitar satu detik dengan wajah mereka ditempelkan ke tubuh monyet.

Saat adegan tersebut muncul, terdengar lagu The Lion Sleeps Tonight sebagai latar belakang. Video itu juga mengaitkan Partai Demokrat dengan karakter-karakter dari film The Lion King.

Unggahan tersebut memicu kecaman keras dari Partai Demokrat. Sejumlah tokoh menyebut tindakan itu ‘keji’ dan ‘menjijikkan’ mengingat muatan rasial yang jelas dalam penggambaran tersebut.

Seorang senator senior dari Partai Republik juga mengecam video itu dan menyatakan, konten tersebut jelas bersifat rasis. Hingga kini, baik Barack dan Michelle Obama belum memberikan komentar resmi.

2. Klarifikasi Gedung Putih yang berubah arah

Trump Unggah Video Rasis soal Obama, Langsung Hapus Usai Dikecam
ilustrasi Gedung Putih (pexels.com/Patrick Morris)

Pada awalnya, Gedung Putih menolak kritik atas unggahan tersebut. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menilai kecaman publik tidak beralasan.

“Gambar-gambar itu berasal dari video meme internet yang menggambarkan Presiden Trump sebagai Raja Hutan dan Demokrat sebagai karakter dari The Lion King,” kata Leavitt dalam pernyataan dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (7/2/2026).

Ia juga menambahkan, “Tolong hentikan kemarahan palsu dan laporkan sesuatu hari ini yang benar-benar penting bagi masyarakat Amerika.”

Namun, hampir tepat 12 jam setelah video itu diunggah, Gedung Putih mengubah sikapnya. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, “Seorang staf Gedung Putih secara keliru mengunggah postingan tersebut. Unggahan itu telah dihapus.”

3. Konten konspirasi kerap diunggah Trump jelang momentum politik AS

Trump Unggah Video Rasis soal Obama, Langsung Hapus Usai Dikecam
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Official White House photo)

Video tersebut diunggah di tengah banyaknya postingan lain di akun Truth Social milik Trump. Selain menampilkan adegan rasis terhadap keluarga Obama, video itu juga kembali mengulang tuduhan palsu terhadap perusahaan penghitungan suara Dominion Voting Systems.

Dalam video tersebut, Dominion dituduh membantu mencurangi hasil Pilpres 2020 demi mengalahkan Trump. Tuduhan itu sebelumnya telah dibantah dan dibatalkan melalui berbagai proses hukum.

Kontroversi ini kembali menyoroti pola penggunaan media sosial oleh Trump, yang kerap memicu polemik politik dan sosial, terutama menjelang momentum politik penting di Amerika Serikat.

Meski unggahan tersebut telah dihapus, reaksi keras dari publik dan politisi lintas partai menunjukkan bahwa insiden itu tetap meninggalkan dampak besar dalam diskursus politik nasional AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

ISIS Akui Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri Saat Salat Jumat di Pakistan

07 Feb 2026, 19:06 WIBNews