Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menko Zulhas: MBG Tetap Dibagikan Saat Ramadan untuk Dibawa Pulang

Menko Pangan RI Zulkifli Hasan
Menko Pangan RI Zulkifli Hasan meninjau harga dan stok kebutuhan pangan pokok di Pasar Pabaeng-baeng, Makassar, Jumat (6/2/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya sih...
  • MBG tetap dibagikan saat Ramadan dengan menu makanan kering
  • Menu makanan kering yang disediakan mulai dari telur rebus hingga roti
  • Menko Zulhas minta kualitas makanan saat Ramadan tak boleh turun, anggaran MBG pada 2026 meningkat jadi Rp335 triliun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di bulan Ramadan. Namun, distribusinya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Ia mengatakan MBG yang akan dibagikan kepada siswa yang beragama Islam tersedia menu makanan kering dan bisa dibawa pulang.

"Pembagian MBG tetap berlanjut meski di bulan Ramadan. Hanya saja, mekanismenya (distribusinya) menyesuaikan situasi," ujar Zulkifli di Gowa, Sulawesi Selatan pada Jumat (6/2/2026).

Sementara, bagi siswa yang beragama bukan Islam, menu MBG yang dibagikan siap santap seperti hari biasa. Maka, pendataan siswa menjadi penting ketika memasuki Ramadan yang mulai dijalani pada bulan Februari.

"Di bulan Ramadan kan tidak semua siswa beragama Islam. Bagi yang beragama Islam akan diberikan makanan kering dan nanti disantap setelah berbuka puasa. Sedangkan, yang beragama non-Muslim tetap mendapatkan menu makanan siap santap," tutur dia.

Lalu, apa saja menu makanan kering yang disediakan bagi siswa beragama Islam?

1. Menu makanan kering yang disediakan mulai telur rebus hingga roti

Menu MBG
Ilustrasi menu MBG siswa SD di Kecamatan Sukawati, Gianyar. (IDN Times/Yuko Utami)

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Zulhas itu menjelaskan sejumlah menu kering yang akan dibagikan bagi siswa beragama Islam yakni telur rebus, kacang, susu kemasan, hingga roti. Ia mengatakan menu yang diberikan kepada penerima manfaat sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan. Selain dibagikan kepada siswa sekolah, MBG juga tetap dibagikan kepada ibu hamil dan anak di bawah dua tahun.

"Kan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu punya ahli yang menakar standar gizi untuk siswa dan penerima lainnya. Jadi, aman lah," tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

2. Menko Zulhas minta kualitas makanan saat Ramadan tak boleh turun

IMG-20260206-WA0124.jpg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendampingi Menko Pangan RI Zulkifli Hasan saat meninjau TPA Antang, Jumat (6/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Zulhas juga meminta kepada setiap SPPG agar tidak menurunkan kualitas MBG ketika memasuki Ramadan mendatang. Upaya untuk menjaga kualitas itu sudah harus ditunjukkan lewat ketersediaan bahan pangan, kandungan nutrisi, pengolahan, kebersihan dapur dan kesiapan sistem layanan selama bulan puasa.

"Ramadan tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas. Justru di sini kesiapan sistem diuji. SPPG harus siap secara operasional, higienitas, dan nutrisi agar layanan MBG tetap berjalan efektif selama Ramadan," katanya.

Sementara, di laman resmi Badan Gizi Nasional, Kepala BGN Dadan Hindayana sudah meminta kepada semua SPPG agar tidak menggunakan produk pangan proses ultra selama Ramadan. Salah satu contoh pangan tersebut yakni susu UHT. Ia mengatakan BGN berupaya untuk menjaga kualitas gizi dan kesehatan penerima MBG. Sementara, contoh menu yang nantinya akan disediakan mulai dari abon hingga kurma.

"Untuk anak-anak sekolah, menu yang dibagikan adalah makanan yang tahan hingga sore hari, seperti telur rebus, telur asin, abon, kurma, roti, susu, buah, atau makanan lokal yang memiliki daya simpan yang baik," ujar Dadan seperti dikutip pada Sabtu (7/2/2026).

3. Anggaran MBG pada 2026 meningkat jadi Rp335 triliun

Menu MBG
Ilustrasi menu MBG (IDN Times/istimewa).

Sementara, anggaran untuk program MBG pada 2026 dipastikan meningkat menjadi Rp335 triliun. Hal itu lantaran Presiden Prabowo Subianto ingin penerima manfaat MBG lebih banyak di tahun ini.

"Kami sudah mendapat pagu anggaran Rp268 triliun dengan dana standby Rp67 triliun, sehingga total dianggarkan Rp335 triliun," ujar Dadan di Jakarta Barat pada Senin, (19/1/2026) lalu.

Ia pun mengakui alokasi anggaran tahun 2026 jauh lebih besar dibandingkan anggaran tahun 2025 sebesar Rp71 triliun.

"Jauh (lebih besar tahun ini), kan tahun lalu kita Rp71 triliun, tahun ini kita Rp335 triliun," tutur dia.

Alokasi anggaran tersebut mengikuti target penyaluran program MBG yang akan menyasar 82,9 juta penerima pada tahun 2026. Dadan menyakini target tersebut dapat dicapai BGN hanya dalam waktu lima bulan saja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

MKMK Diminta Berhentikan Adies Kadir Sebagai Hakim Konstitusi

07 Feb 2026, 08:30 WIBNews