Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Buka Opsi Akhiri Perang dengan Iran, Tolak Gencatan Senjata

Trump Buka Opsi Akhiri Perang dengan Iran, Tolak Gencatan Senjata
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Spc. Dustin Biven)
Intinya Sih
  • Donald Trump membuka opsi mengakhiri perang dengan Iran namun menolak gencatan senjata, menegaskan ingin perang benar-benar berakhir dan mengklaim AS telah unggul secara militer.
  • Perang antara Iran, AS, dan Israel masih berlangsung dengan serangan saling balas, termasuk serangan Israel ke ladang migas South Pars dan respons Iran ke fasilitas Ras Laffan di Qatar.
  • Tujuh negara Barat mengecam keras serangan Iran ke ladang migas Qatar karena dinilai mengancam stabilitas energi global dan memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuka opsi untuk mengakhiri perang dengan Iran. Trump mengatakan dirinya saat ini juga sedang mempertimbangkan hal tersebut bersama para jajarannya. Terlebih, perang antara AS dengan Iran kini juga sudah memasuki pekan ke-3.

“Kita sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kita seiring kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar-besaran kita di Timur Tengah sehubungan dengan rezim teroris Iran. Selat Hormuz juga harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya!” tulis Trump di Truth Social pada Jumat (20/3/2026), seperti dilansir The Strait Times.

1. Trump tidak mau melakukan gencatan senjata dengan Iran

Donald Trump sedang bertepuk tangan.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Dalam pernyataan terpisah kepada awak media, Trump juga menyebut AS tidak akan melakukan gencatan senjata dengan Iran. Sebab, menurutnya, langkah tersebut hanya mengakhiri perang sementara waktu. Trump ingin perang dengan Iran benar-benar berakhir.

Trump mengklaim AS sudah benar-benar menang berperang melawan negara mayoritas Islam Syiah tersebut. Klaim ini dilontarkan Trump karena dirinya menilai Iran sudah kehabisan tenaga untuk berperang melawan AS dan Israel. 

“Anda tidak bisa melakukan gencatan senjata ketika Anda sedang menghancurkan pihak lain. Mereka tidak punya angkatan laut, mereka tidak punya angkatan udara, mereka tidak memiliki pengintai, mereka tidak memiliki persenjataan antipesawat, mereka tidak memiliki radar, dan para pemimpin mereka semuanya telah tewas di setiap tingkatan,” kata Trump dilansir The Hill

2. Perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
ilustrasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran (pexels.com/Saifee Art)

Sebagai informasi, saat ini, perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut. Sebab, AS dan Israel masih melakukan serangan ke Iran. Di sisi lain, Iran juga masih melakukan serangan balasan ke AS dan Israel. 

Terbaru, Israel menyerang ladang minyak dan gas (migas) South Pars milik Iran pada Rabu (18/3/2026). South Pars sendiri merupakan ladang minyak terbesar di dunia yang dimiliki Iran. Sekitar 20 persen pasokan migas global berasal dari ladang minyak tersebut. 

Sebagai balasan, Iran lantas melancarkan serangan ke ladang migas Ras Laffan milik Qatar pada Rabu dan Kamis (19/3/2026). Langkah ini dilakukan agar Israel tidak mendapatkan pasokan minyak dari Qatar. Padahal, Presiden Trump sudah melarang Iran untuk menyerang fasilitas migas di negara tersebut. 

3. Tujuh negara mengecam serangan Iran ke ladang migas Qatar

Ladang minyak dan gas.
ilustrasi ladang minyak dan gas (pexels.com/Ali Mucci)

Serangan yang dilakukan Iran ke ladang migas Qatar ini menuai kecaman dari tujuh negara. Mereka adalah Inggris, Jerman, Belanda, Italia, Prancis, Jepang, dan Kanada.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis, ketujuh negara tadi meminta agar Iran berhenti menyerang ladang migas yang ada di Qatar dan di negara-negara Timur Tengah lainnya. Sebab, tindakan itu bisa membuat harga migas global makin naik.  

“Kami mengutuk keras serangan baru-baru ini yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang tak bersenjata di Teluk, serangan terhadap infrastruktur sipil termasuk instalasi minyak dan gas, dan penutupan Selat Hormuz secara de facto oleh pasukan Iran,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More