Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta-Fakta Perseteruan Trump dan Paus Leo di Tengah Perang Iran

Fakta-Fakta Perseteruan Trump dan Paus Leo di Tengah Perang Iran
Paus Leo XIV. (Edgar Beltrán, The Pillar, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengkritik keras Paus Leo XIV karena menentang perang AS dan Israel melawan Iran, menyebutnya lemah serta memiliki pandangan kebijakan luar negeri yang buruk.
  • Paus Leo XIV mengecam ancaman Trump terhadap Iran dan menyerukan gencatan senjata, menegaskan bahwa kekuatan sejati terletak pada upaya melayani kehidupan, bukan unjuk kekuatan militer.
  • Perseteruan keduanya terjadi di tengah gagalnya negosiasi damai AS-Iran di Pakistan, dengan isu Selat Hormuz dan cadangan uranium Iran menjadi sumber utama kebuntuan diplomasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo XIV. Kritik ini disampaikan Trump melalui media sosial dan juga secara langsung kepada para wartawan pada hari Minggu (12/4/2026).

Trump menyebut pemimpin umat Katolik sedunia itu lemah dan memiliki pandangan kebijakan luar negeri yang buruk. Hubungan keduanya memburuk menyusul sikap Paus yang menentang perang AS dan Israel melawan Iran.

1. Trump menilai Paus Leo anggap remeh Iran

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, Trump mengakui bahwa dirinya tidak menyukai Paus Leo. Ia menuduh Paus bermain-main dengan negara yang ingin memiliki senjata nuklir untuk menghancurkan dunia.

Selain itu, Trump juga mengeklaim bahwa Paus Leo terpilih hanya karena dia adalah orang Amerika. Menurut Trump, Vatikan sengaja memilih Paus Leo untuk menghadapi pemerintahannya. Trump juga merasa geram karena Paus terus mengkritik kebijakan luar negerinya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyukai Paus yang mengkritik presiden karena ia hanya menjalankan tugas sesuai dengan mandat warga AS.

"Paus Leo lemah dalam kejahatan, lemah dalam senjata nuklir, tidak cocok dengan saya, begitu pula dengan fakta bahwa ia bertemu dengan simpatisan Obama seperti David Axelrod, seorang pecundang dari sayap kiri, yang merupakan salah satu dari mereka yang menginginkan para pengunjung gereja dan pendeta ditangkap," tulis Trump di Truth Social, dilansir CNBC.

2. Paus Leo kecam ancaman Trump terhadap peradaban Iran

Paus Leo XIV
Paus Leo XIV (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Hubungan keduanya memburuk setelah Paus Leo XIV semakin aktif mengkritik perang AS dan Israel di Iran. Ia berulang kali menuntut para pemimpin dunia untuk segera menghentikan konflik militer dan kembali duduk bernegosiasi.

Paus Leo sempat mengkritik Trump yang mengancam akan menghancurkan peradaban Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Menurutnya, pernyataan Trump tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional.

Dalam perayaan Paskah baru-baru ini, Paus Leo kembali memanfaatkan momen tersebut untuk mendesak gencatan senjata. Ia meminta semua pihak yang berkonflik untuk segera meletakkan senjata dan tidak mencari pembenaran perang melalui agama.

"Cukup dengan unjuk kekuatan! Cukup dengan perang! Kekuatan sejati diwujudkan dalam melayani kehidupan," kata Leo pada hari Sabtu, dilansir CBS News.

3. Kritik Trump muncul di tengah macetnya negosiasi AS-Iran

bendera Iran. (unsplash.com/mostafa meraji)
bendera Iran. (unsplash.com/mostafa meraji)

Perseteruan antara Trump dan Paus Leo terjadi di saat upaya diplomasi antara AS dan Iran sedang menemui jalan buntu. Perwakilan dari AS dan Iran sempat mengadakan negosiasi tatap muka secara langsung di Pakistan pada Sabtu.

Namun, negosiasi yang berlangsung selama 21 jam tersebut pada akhirnya gagal mencapai kesepakatan damai. Penguasaan Selat Hormuz yang merupakan jalur minyak global penting menjadi salah satu titik permasalahan alot dalam perundingan. AS juga mempermasalahkan cadangan uranium milik Iran yang dianggap berbahaya.

Di saat negosiasi tersebut berlangsung, Paus Leo diketahui memimpin langsung doa malam di Basilika Santo Petrus. Meskipun tidak menyebut nama Trump secara eksplisit, pesan yang disampaikan Paus diyakini bermaksud menyindir para pejabat AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More