Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump: Maduro Dijaga Ketat saat Ditangkap, akan Diadili di New York

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (x.com/@WhiteHouse)
Intinya sih...
  • Presiden AS Donald Trump memuji operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
  • Maduro dan istrinya dibawa ke New York setelah didakwa atas tuduhan terorisme narkoba.
  • Jaksa federal menuduh Maduro berkolaborasi dengan FARC untuk menyelundupkan kokain dan senjata ke AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ‘dijaga ketat’ ketika ditangkap. Ia memuji operasi sebelumnya, dan mengatakan tidak ada pasukan AS yang tewas.

"Itu seperti benteng, sebenarnya," kata Trump di ‘Fox and Friends’, Sabtu (3/1/2026).

“Anda tahu bahwa tidak ada yang tewas itu luar biasa. Saya pikir tidak ada yang tewas, harus saya katakan, karena beberapa orang terkena tembakan, tetapi mereka kembali dan mereka seharusnya dalam kondisi yang cukup baik,” sambungnya.

Trump mengatakan, AS akan melakukan operasi Venezuela beberapa hari yang lalu, tetapi cuaca tidak ideal. "Kami akan melakukan ini empat hari yang lalu tetapi cuaca tidak sempurna. Dan kemudian tiba-tiba cuaca membaik dan kami berkata lanjutkan,” serunya.

Menurut Trump, Maduro dibawa ke New York setelah penangkapan Sabtu pagi. Dia mengatakan, Maduro dan istrinya berada di atas kapal perang AS Iwo Jima dan menuju ke New York.

"Mereka akan menuju ke New York. Mereka didakwa di New York,” lanjut dia.

Jaksa Agung AS, Pam Bondi mengatakan, sebelumnya pada hari itu Maduro telah didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan terorisme narkoba. Bondi mengatakan Maduro dan istrinya akan segera menghadapi ‘murka penuh keadilan Amerika’.

Dalam dakwaan yang diajukan terhadap pemimpin Venezuela pada 2020, jaksa federal menuduh Maduro dan pejabat senior pemerintah Venezuela lainnya berkolaborasi dengan kelompok gerilya Kolombia Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia, atau FARC, untuk menyelundupkan kokain dan senjata ke Amerika Serikat.

Belum jelas apakah jaksa agung negara itu hanya merujuk pada tuduhan 2020, atau apakah akan ada tuduhan baru atau berbeda yang diajukan dalam dakwaan hari ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Korea Selatan Minta Bantuan China Buat Stop Proyek Nuklir Korut

09 Jan 2026, 12:56 WIBNews