Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vietnam Gerebek Jaringan Judol, 35 Orang Ditangkap

Bendera Vietnam (unsplash.com/Sam Williams)
Bendera Vietnam (unsplash.com/Sam Williams)
Intinya sih...
  • Polisi Vietnam gerebek jaringan penipuan dan perjudian daring di lima wilayah utara
  • Sindikat menggunakan teknologi canggih, memanfaatkan media sosial untuk promosi barang palsu
  • Polisi sita aset dan rekening bank terkait sindikat penipuan daring, Vietnam-Kamboja perkuat kerja sama pemberantasan penipuan lintas negara
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Polisi Vietnam pada Rabu (31/12/2025), menggerebek jaringan penipuan daring dan perjudian online berskala besar yang beroperasi di beberapa wilayah di bagian utara negara itu, termasuk Hanoi. Dalam operasi tersebut, aparat menangkap 35 tersangka yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini.

Menurut pernyataan kepolisian Provinsi Hung Yen yang dirilis pada Selasa (6/1/2026), kelompok tersebut diduga telah menipu para korban dengan nilai kerugian total mencapai sekitar 350 juta dolar AS (Rp5,8 triliun). Kasus ini menjadi salah satu operasi pemberantasan kejahatan siber terbesar yang pernah diungkap di Vietnam.

1. Polisi Vietnam ungkap sindikat penipuan daring menggunakan teknologi canggih

Penggerebekan terhadap jaringan penipuan dan perjudian daring dilakukan di lima munisipalitas di Vietnam bagian utara, termasuk ibu kota Hanoi dan wilayah sekitarnya. Operasi ini dipimpin oleh kepolisian Provinsi Hung Yen yang berhasil membongkar dan membubarkan sindikat tersebut.

"Para tersangka menggunakan teknologi canggih untuk menjalankan aksi penipuan dan judi online," menurut pernyataan tertulis kepolisian Hung Yen, dilansir The Straits Times.

Kelompok ini memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan barang dagangan palsu, kemudian menghapus profil mereka setelah korban mentransfer uang. Dana hasil penipuan kemudian dialihkan ke akun perjudian online guna menghindari pelacakan oleh otoritas. Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri jaringan keuangan dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

2. Polisi sita aset dan rekening bank terkait sindikat penipuan daring

Dalam operasi pemberantasan jaringan penipuan daring di Vietnam utara, polisi menyita lima mobil dan 42 ponsel milik para tersangka. Selain itu, sebanyak 125 rekening bank yang tersebar di 16 lembaga keuangan dibekukan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

Menurut keterangan kepolisian Provinsi Hung Yen, penyitaan aset tersebut dilakukan untuk mencegah pelaku memindahkan atau menyembunyikan hasil kejahatan. Barang bukti yang disita akan menjadi kunci untuk menelusuri aliran dana ilegal dari aktivitas penipuan dan perjudian online.

Kasus ini menandai langkah tegas pemerintah Vietnam dalam memberantas kejahatan siber. Skala penyitaan menunjukkan besarnya operasi sindikat yang memanfaatkan teknologi canggih untuk melakukan aksi kejahatan lintas wilayah.

3. Vietnam dan Kamboja perkuat kerja sama pemberantasan penipuan daring lintas negara

Pada pertengahan Desember 2025, kepolisian Provinsi Lang Son, Vietnam, bekerja sama dengan otoritas Kamboja menangkap 22 warga Vietnam yang terlibat dalam jaringan penipuan daring lintas negara. Kasus tersebut melibatkan sekitar 3.000 korban dengan total kerugian mencapai 285 juta dolar AS (Rp4,7 triliun).

Menurut data kepolisian Vietnam hingga akhir 2025, masyarakat telah kehilangan sekitar 1,5 miliar dolar AS (Rp25,1 triliun) akibat lebih dari 24 ribu kasus penipuan daring sejak 2020. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya tingkat kejahatan siber di Asia Tenggara.

Kantor Narkotika dan Kejahatan PBB (UNODC) menyebut bahwa kelompok kriminal di kawasan sering menggunakan kasino dan kompleks berpagar sebagai pusat operasi penipuan daring. Kamboja dilaporkan menjadi salah satu lokasi utama yang menampung puluhan ribu pelaku dalam aktivitas kejahatan siber terorganisir tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Korsel Bujuk China Jadi Mediator Perdamaian di Semenanjung Korea

09 Jan 2026, 22:09 WIBNews