Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Mau Tingkatkan Serangan ke Iran: Kami Sudah Siap!

Trump Mau Tingkatkan Serangan ke Iran: Kami Sudah Siap!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung di Florida pada 8 September 2020. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan meningkatkan serangan ke Iran. Trump menegaskan bahwa Washington sudah siap untuk meningkatkan serangan ke Teheran kapan pun dan di mana pun. Namun, Trump mengatakan pihaknya kini sedang mencoba bernegosiasi dengan Iran. Jika masih tidak ada kesepakatan, maka AS akan meningkatkan serangan ke Iran. 

“Kami sudah siap dan siaga. Namun, kami sedang berbicara dengan mereka (Iran). Kita lihat saja apa hasilnya. Saya rasa, mereka semakin serius seiring berjalannya waktu. Itu mungkin karena alasan yang jelas. Namun, kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Kita lihat saja nanti,” ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih, Washington D.C., usai melakukan rapat kabinet pada Jumat (24/7/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.

1. Trump sedang merencanakan strategi untuk akhiri perang dengan Iran

Strategi
ilustrasi strategi (pexels.com/Ann H)

Trump menambahkan, AS kini sedang merencanakan strategi jitu untuk mengakhiri perang dengan Iran. Salah satu strategi yang dipilih AS adalah agresi militer. Inilah yang menjadi alasan mengapa Trump berencana meningkatkan gempuran terhadap Iran. Sebab, menurutnya, itu merupakan “Strategi cerdas” untuk menyudahi perang dengan Teheran yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu.  

"Mereka (Iran) ingin membuat kesepakatan. Saya hanya tidak berpikir mereka siap. Mereka ingin menjadi orang-orang yang tangguh. Saat ini, kami sedang berbicara dengan mereka," lanjut Trump kepada wartawan.

2. Trump tidak akan buru-buru tingkatkan serangan ke Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menjamu Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi, di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington D.C., pada 14 Juli 2026.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menjamu Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi, di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington D.C., pada 14 Juli 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Kendati demikian, Trump menegaskan AS tidak akan terburu-buru meningkatkan serangan ke Iran. Sebab, hal tersebut bisa membuat situasi di Kawasan Timur Tengah semakin kacau. Trump mengatakan dirinya akan mencoba bernegosiasi dahulu dengan Iran agar mereka mau menghentikan program senjata nuklirnya. 

"Jika mereka (Iran) bahkan hanya memikirkan senjata nuklir, kita akan terus melanjutkan. Namun, pada tingkat yang jauh lebih tinggi, kita tidak akan terburu-buru. Kami telah melumpuhkan kepemimpinan tingkat pertama mereka. Kami telah melumpuhkan kepemimpinan tingkat kedua mereka. Kami telah melumpuhkan kepemimpinan tingkat ketiga mereka dan kami sedang bernegosiasi dengan sisanya," jelas Trump.

3. AS dan Iran masih saling serang hingga saat ini

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Hingga saat ini, AS dan Iran masih saling bertukar serangan. Serangan terakhir AS terjadi pada Jumat malam. Ketika itu, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS melakukan serangan ke sejumlah wilayah yang ada di Iran. Serangan ini dilakukan sebagai balasan karena Iran kembali membombardir pangkalan militer AS yang ada di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Jumat pagi.

Milisi Yaman sekaligus sekutu setia Iran, Houthi, kini juga mulai terlibat secara fisik untuk membantu Iran memerangi AS. Sebab, mereka kini juga ikut menyerang kapal-kapal yang berlayar di Selat Bab el-Mandeb. Bahkan, Houthi juga mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb jika diminta Teheran. Houthi menegaskan akan menjaga selat tersebut dari kapal-kapal yang datang dari negara sekutu AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More