Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump: Tidak Ada Prajurit AS Tewas dalam Operasi Tangkap Maduro

Donald Trump-Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jumpa pers terkait serangan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). (Youtube/The White House)
Intinya sih...
  • Trump klaim operasi militer terhadap Maduro tanpa korban jiwa di pihak AS.
  • Militer AS menurunkan banyak helikopter, pesawat, serta personel dalam operasi tersebut.
  • Pemerintah AS memiliki kemampuan dan peralatan militer terbaik di dunia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim operasi militer terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berlangsung tanpa korban jiwa di pihak Amerika. Trump menyebut tidak ada satu pun personel militer yang tewas dan seluruh perlengkapan tempur tetap utuh meski dikerahkan dalam jumlah besar.

Trump menjelaskan, militer AS menurunkan banyak helikopter, pesawat, serta personel dalam operasi tersebut.

"Tidak satu pun personel militer Amerika yang tewas dan tidak satu pun perlengkapan militer Amerika yang hilang. Kami menggunakan banyak helikopter, banyak pesawat, dan banyak orang yang terlibat dalam pertempuran itu," kata Trump dalam konferensi pers, Sabtu (3/1/2025)

“Tidak satu pun prajurit yang tewas. Militer Amerika Serikat adalah yang terkuat dan paling menakutkan di planet ini,” lanjut Trump.

Trump juga mengklaim pemerintah AS memiliki kemampuan dan peralatan militer terbaik di dunia.

Ia menyoroti operasi pemberantasan narkoba di laut yang disebut berhasil menghentikan hingga 97 persen penyelundupan, di mana sebagian besar narkoba disebut berasal dari Venezuela.

Lebih lanjut, Trump menegaskan, Amerika Serikat akan “mengelola” Venezuela sementara waktu, hingga proses transisi politik yang dinilai aman dan bijaksana dapat dilakukan.

“Kami akan menjalankan negara itu sampai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana dapat dilakukan. Kami tidak ingin kondisi kembali seperti bertahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

KUHP Baru: Kumpul Kebo atau Living Together Dipidana 6 Bulan

05 Jan 2026, 07:00 WIBNews