Bentrokan di India, Pasukan Keamanan Tewaskan 14 Pemberontak Maois

- Pasukan keamanan India tewaskan 14 pemberontak Maoist dalam dua bentrokan.
- Pasukan keamanan India mengamankan senjata milik pemberontak.
- India targetkan akhir pemberontakan Maoist pada Maret 2026.
Jakarta, IDN Times - Pasukan keamanan India menewaskan 14 pemberontak Maois dalam dua bentrokan terpisah di negara bagian Chhattisgarh, wilayah tengah India pada Sabtu (3/1/2026). Insiden ini terjadi ketika pemerintah India meningkatkan operasi keamanan untuk menumpas pemberontakan Maois yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Menurut otoritas setempat, bentrokan terjadi saat pasukan melakukan operasi pembersihan di daerah pedesaan yang menjadi basis kelompok Naxalite, kelompok yang terinspirasi dari ideologi Maois dan telah lama menentang otoritas pemerintah.
Pemerintah India menyatakan bahwa kekuatan kelompok pemberontak kini semakin melemah setelah serangkaian operasi besar dalam beberapa tahun terakhir, meskipun kantong perlawanan masih tersisa di beberapa wilayah terpencil di Chhattisgarh, Jharkhand, dan Odisha.
1. Pasukan keamanan India tewaskan 14 pemberontak Maoist dalam dua bentrokan

Pasukan keamanan India menewaskan 14 pemberontak Maois dalam dua bentrokan terpisah di negara bagian Chhattisgarh. Bentrokan pertama terjadi di kawasan hutan Basaguda-Tarrem, Kabupaten Bijapur, sementara bentrokan kedua berlangsung di hutan Konta-Kistaram, Kabupaten Sukma, sekitar 450 kilometer di selatan ibu kota negara bagian, Raipur.
Menurut kepolisian Chhattisgarh, tim District Reserve Guard (DRG) melancarkan operasi setelah menerima informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok Maois di wilayah tersebut. Operasi yang dimulai sejak pagi hari itu memicu baku tembak sengit antara kedua pihak. Hingga kini, 12 jenazah pemberontak ditemukan di Sukma dan dua lainnya di Bijapur, tanpa ada laporan korban dari pihak keamanan.
"Lebih dari 10 ribu orang telah tewas selama pemberontakan yang dilakukan kelompok Naxalite, yang mengklaim memperjuangkan hak-hak masyarakat adat terpinggirkan di kawasan India tengah yang kaya sumber daya alam," tulis Kepolisian Chhattisgarh, dilansir The Straits Times.
2. Pasukan keamanan India mengamankan senjata milik pemberontak

Pasukan keamanan India menyita sejumlah senjata api dan amunisi setelah menewaskan 14 pemberontak Maois. Barang rampasan yang ditemukan di lokasi kejadian meliputi senapan serbu AK-47, senapan INSAS, senapan self-loading, serta berbagai jenis amunisi. Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok Maois masih memiliki persenjataan aktif di wilayah pedalaman negara bagian tersebut.
Kabupaten Sukma dan Bijapur, tempat terjadinya bentrokan, dikenal sebagai dua distrik paling terdampak aktivitas Maois di divisi Bastar, yang dulunya merupakan pusat ekstremisme sayap kiri di Chhattisgarh bagian selatan. Operasi ini menjadi yang pertama berskala besar pada tahun 2026, menyusul capaian signifikan sepanjang 2025, ketika sebanyak 256 anggota Maois berhasil dineutralkan dan sekitar 1.650 orang menyerahkan diri kepada otoritas.
3. India targetkan akhir pemberontakan Maoist pada Maret 2026

Pemerintah India menargetkan penghentian penuh pemberontakan Maois pada Maret 2026, seiring melemahnya kekuatan kelompok bersenjata tersebut setelah kehilangan banyak pemimpin tingkat atas. Menurut data resmi, lebih dari 500 pemberontak Maois telah tewas di negara bagian Chhattisgarh sejak 2024 dalam berbagai operasi keamanan besar-besaran.
Pemberontakan yang dikenal sebagai gerakan Naxalite ini bermula sekitar enam dekade lalu di desa Naxalbari, di kaki Pegunungan Himalaya. Pada puncaknya di pertengahan 2000-an, kelompok tersebut menguasai hampir sepertiga wilayah India dengan jumlah anggota mencapai 15 ribu hingga 20 ribu orang. Namun, kekuatannya kini menurun drastis akibat operasi militer intensif dan program deradikalisasi pemerintah.
“India akan sepenuhnya bebas dari kekerasan Maois pada Maret 2026, yang akan menandai berakhirnya salah satu pemberontakan bersenjata terpanjang dalam sejarah negara ini," ujar Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, dilansir The New Indian Express.


















