Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Wanti-wanti China agar Tidak Pasok Senjata ke Iran

Trump Wanti-wanti China agar Tidak Pasok Senjata ke Iran
Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Donald Trump memperingatkan China agar tidak memasok senjata ke Iran, menegaskan akan ada konsekuensi serius jika Beijing melanggar peringatan tersebut di tengah gencatan senjata yang rapuh.
  • Pemerintah China membantah tuduhan keterlibatan militer dengan Iran dan menegaskan komitmennya terhadap diplomasi serta stabilitas kawasan, menyebut laporan AS sebagai disinformasi spekulatif.
  • AS mengancam sanksi ekonomi hingga tarif 50 persen bagi negara yang memasok senjata ke Iran, sementara situasi Timur Tengah masih tegang meski gencatan senjata berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan tegas kepada China terkait konflik di Timur Tengah. Ia menilai Beijing akan menghadapi konsekuensi serius bila benar memasok persenjataan ke Iran di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rentan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menjawab pertanyaan wartawan terkait laporan rencana pengiriman sistem pertahanan udara ke Tehran.

“Jika China melakukan itu, China akan mengalami masalah besar,” kata Trump kepada para reporter pada Sabtu (11/4/2026) sore, saat ia meninggalkan Gedung Putih menuju Miami, dikutip Newsweek.

Isu ini mencuat setelah muncul laporan mengenai kemungkinan distribusi senjata melalui jalur tidak langsung. CNN mengutip penilaian intelijen AS yang menyebut China tengah menyiapkan pengiriman sistem pertahanan udara dalam beberapa pekan ke depan, sementara Iran disebut memanfaatkan jeda konflik untuk memperkuat sistem pertahanannya termasuk rudal MANPADS yang mampu mengincar pesawat terbang rendah.

1. China bantah tuduhan dukungan militer ke Iran

Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)
Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Pada Kamis (9/4/2026), juru bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang menepis tudingan yang menyebut adanya bantuan teknologi kepada Iran. Ia menyatakan laporan tersebut tak berdasar dan bersifat menyesatkan.

“China dengan tegas menentang penyebaran disinformasi spekulatif dan insinuatif yang menargetkan China,” kata Zhang, dikutip Hindustan Times.

Selain itu, perwakilan Kedutaan Besar China di Washington juga menegaskan Beijing tak pernah menyalurkan senjata kepada pihak mana pun dalam konflik tersebut. Mereka menyebut tuduhan itu tidak benar sekaligus menekankan dukungan China terhadap upaya diplomasi guna menjaga gencatan senjata dan membuka kembali jalur Selat Hormuz.

2. Konflik AS-Iran picu gencatan senjata rapuh

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran
ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Kesepakatan penghentian sementara pertempuran terjadi setelah enam minggu bentrokan antara pasukan AS dan Israel melawan Iran. Pakistan berperan sebagai mediator dalam pembicaraan di Islamabad meski belum menghasilkan kesepakatan menyeluruh.

Konflik sendiri bermula ketika AS bersama Israel menyerang target militer utama Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, lalu dibalas Iran dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan beberapa negara Teluk.

Di sisi lain, arus distribusi energi global melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih meskipun serangan langsung telah mereda. Jalur tersebut tetap menjadi titik krusial dalam stabilitas kawasan.

3. AS ancam sanksi negara pemasok senjata

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut hubungan ekonomi global saat ini masih relatif stabil. Ia tetap mengingatkan China agar tak mempererat hubungan militer dengan Iran di tengah situasi yang sensitif.

Trump juga menyampaikan ancaman sanksi ekonomi terhadap negara yang terlibat dalam pasokan senjata ke Iran. Ia menyatakan AS akan mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap impor dari negara terkait tanpa pengecualian, yang setara dengan kebijakan perdagangan bernilai signifikan.

“Negara-negara ini akan membayar harga yang sangat tinggi,” tulis Trump.

Sementara itu, Iran diketahui masih mengandalkan bantuan luar negeri untuk mempertahankan program militernya di bawah tekanan sanksi. Namun, pejabat Iran menegaskan kemampuan militernya dikembangkan secara mandiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More