Rasuna Said Macet Parah, Pramono: Penataan Tak Mungkin Tanpa Dampak

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui penataan pedestrian di Jalan Rasuna Said menyebabkan kemacetan sementara akibat proses penyelesaian proyek pasca pembongkaran tiang monorel.
- Penataan ini bertujuan memperbaiki kualitas kawasan agar lebih nyaman dan ramah pejalan kaki, dengan target peresmian pada 22 Juni sebagai kado untuk Jakarta.
- Sebanyak 109 tiang monorel di Rasuna Said telah dibongkar, membuka jalan bagi pembangunan pedestrian, perbaikan selokan, dan penambahan taman kota agar setara dengan kawasan Sudirman–Thamrin.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui penataan pedestrian di Jalan Rasuna Said, Kuningan, pasca pembongkaran tiang-tiang monorel menimbulkan dampak terhadap pengguna jalan, salah satunya macet.
Menurut Pramono, pekerjaan yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian memang tak bisa dihindarkan dari efek sementara di lapangan.
“Yang pertama untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek,” ujar Pramono di Gedung DPRD DKI, Senin (13/4/2026).
1. Penataan untuk Jalan Rasuna Said lebih baik

Meski demikian, ia memastikan penataan tersebut bertujuan memperbaiki kualitas kawasan Rasuna Said agar lebih tertata dan nyaman, terutama bagi pejalan kaki.
“Nah, efeknya kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, harus diatur. Dan untuk diatur ini mudah-mudahan ada targetnya adalah tanggal 22 Juni saya akan resmikan sebagai kado Jakarta, dan itu akan menjadi sesuatu yang baru,” katanya.
2. Jalan Rasuna Said akan setara dengan Sudirman-Thamrin

Pramono berharap setelah rampung, wajah Jalan Rasuna Said dapat setara dengan kawasan Sudirman–Thamrin yang dikenal lebih ramah pedestrian.
“Bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman–Thamrin,” ucapnya.
3. Jalan Rasuna Said ditata usai tiang monorel dirobohkan

Diketahui setelah hampir dua dekade berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, seluruh tiang proyek mangkrak Jakarta Monorel akhirnya resmi dibongkar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, sebanyak 109 tiang monorel di koridor Rasuna Said telah dipotong dan dirapikan.
"Saya bersyukur, mengucapkan terima kasih kepada Bina Marga (Dinas Bina Marga) bahwa monorel yang berjumlah 109, sekarang ini per hari Sabtu, 21 Februari kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan," ucap Pramono di Balai Kota, Selasa (24/2).
Usai pembongkaran tiang monorel, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan langsung memulai pembangunan lanjutan di bekas trase tersebut. Penataan meliputi pembangunan pedestrian, perbaikan selokan, hingga penambahan taman kota. Kawasan Rasuna Said ditargetkan tampil lebih tertata dan ramah pejalan kaki.















