Jakarta, IDN Times - Seorang siswi berusia 13 tahun di salah satu sekolah khusus perempuan di Lebanon bernama International School of Choueifat (ISC) mendadak viral. Sebab, ia tiba-tiba melapor ke pasukan militer Israel (IDF) bahwa Hizbullah telah menyembunyikan senjata di sekolahnya. Laporan itu dikirim langsung ke Juru Bicara IDF, Avichay Adraee, melalui fitur pesan langsung (direct massage) yang ada di Instagram (IG).
Viral, Siswi Lebanon Lapor IDF: Ada Senjata Hizbullah di Sekolah Kami!

- Seorang siswi 13 tahun di Lebanon viral setelah melapor ke IDF lewat Instagram bahwa Hizbullah menyembunyikan senjata di sekolahnya, membuat publik panik.
- Pihak sekolah memastikan laporan itu hanyalah lelucon tanpa bukti keberadaan senjata, namun pesan tersebut sudah terlanjur menyebar luas dan memicu kepanikan warga Beirut.
- International School of Choueifat berjanji melakukan penyelidikan internal dan menegaskan akan memberi sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti terlibat dalam pengiriman pesan palsu tersebut.
“Hizbullah menyembunyikan senjata di bawah gedung sekolah kami. Saya ingin memberi Anda informasi penting. Bantu kami menyingkirkan senjata-senjata yang tersembunyi di bawah tanah dan tembakkan rudal ke arahnya! Saya hanya ingin memberi Anda informasi ini dan sisanya terserah Anda. Saya tidak ada hubungannya dengan ini, oke!” kata siswi yang tidak disebut namanya tersebut, seperti dilansir Arab News pada Selasa (28/4/2026).
1. Laporan ke IDF hanya keisengan dan lelucon belaka

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, laporan tersebut rupanya hanya keisengan dan lelucon belaka yang dilakukan pelaku bersama rekannya. Tidak ada niat buruk apa pun yang ingin mereka lakukan. Pihak sekolah menjelaskan, mereka juga tidak menemukan bukti konkret bahwa Hizbullah benar-benar menyembunyikan senjata di bawah gedung mereka.
Kendati begitu, pesan yang dilontarkan siswi ISC tadi sudah terlanjur tersebar luas di internet. Hal ini lantas membuat warga setempat yang tinggal di Beirut, tempat ISC berada, dan seluruh staf sekolah panik seketika. Sebab, mereka mengira IDF bakal benar-benar meluncurkan serangan ke sana untuk membasmi senjata Hizbullah yang disebut disembunyikan di bawah gedung ISC.
2. Tidak ada yang tahu kapan pesan tersebut dikirim ke IDF

Salah satu karyawan ISC yang enggan disebut namanya menjelaskan, tidak ada satu pun yang tahu kapan siswi mereka mengirim pesan IG ke IDF soal keberadaan senjata Hizbullah di sekolah mereka. Namun, ia memprediksi bahwa hal itu terjadi belum lama ini.
“Sayangnya, kami diminta untuk tetap bungkam mengenai insiden ini yang telah memicu kepanikan yang tak terduga di antara staf, orangtua, siswa, dan penduduk di lingkungan sekitar. Itu adalah lelucon yang buruk. Saya jamin, itu terjadi kurang dari seminggu yang lalu,” kata staf tersebut.
3. ISC akan melakukan penyelidikan lebih lanjut

Merespons kasus ini, ISC berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap para pelaku. Mereka menegaskan tidak akan segan-segan memberi sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat mengirim pesan fiktif ke IDF soal senjata Hizbullah hingga menyebabkan kepanikan massal.
“Kami menekankan bahwa investigasi tetap terbuka. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran hukum atau perilaku yang menyalahgunakan sekolah, akan dikenakan tuntutan hukum, dan mereka serta orangtua mereka akan dimintai pertanggungjawaban,” bunyi pernyataan resmi ISC.

















