Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Lithuania Tolak Fasilitas Militer di Perbatasan Belarus

suasana di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Belarus
suasana di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Belarus (Barry432, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Protes warga Lithuania terhadap rencana pembangunan fasilitas militer di Kapciamiestis, perbatasan Belarus
  • Demonstran menolak penggundulan hutan dan mendorong pemerintah untuk memihak pada perdamaian
  • Pendirian fasilitas militer di Kapciamiestis didukung oleh Polandia untuk meningkatkan pertahanan bagi Polandia dan Lithuania
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Lithuania memprotes rencana pembangunan fasilitas militer di Kapciamiestis, perbatasan Belarus. Warga Lithuania melihat fasilitas latihan tempur itu akan merusak hutan dan mengganggu komunitas lokal. 

“Kami tidak mau diusir dari rumah kami atau tanah kami, serta hutan kami diambil. Sudah banyak fasilitas latihan tempur di Lithuania dan kami tidak butuh perang. Jika fasilitas militer didirikan di sini, kami akan jadi pertama yang terdampak,” ungkap salah seorang pensiunan di Kapciamiestis, dilansir dari LRT, Selasa (27/1/2026)

Beberapa bulan terakhir, Lithuania sudah dihadapkan masalah inkursi balon udara dari Belarus. Vilnius bahkan sudah menetapkan situasi darurat dan menganggap masuknya balon udara sebagai ancaman. 

1. Tolak penggundulan hutan untuk fasilitas militer

Sejumlah demonstran mengatakan agar pemerintah setempat tidak mementingkan militer dan menjadi pemicu perang. Mereka mendorong agar pemerintah Lithuania lebih memihak pada perdamaian. 

Sekitar 1.000 demonstran sudah hadir dari berbagai penjuru Lithuania, termasuk dari Polandia. Mereka menyebut bahwa hutan di Kapciamiestis adalah tempat mereka untuk mengambil jamur dan pembangunan akan berdampak pada seluruh ekosistem dan warga lokal. 

Pemimpin komunitas warga di Kapciamiestis, Raminta Karauskiene meminta kepada anggota parlemen untuk menunda proses pembangunan. Ia meminta agar pembangunan dipindah di dekat Koridor Suwalki di perbatasan Lithuania-Polandia.

2. Sebut fasilitas di Kapciamiestis penting untuk melawan penyelundupan migran

Kepala Penjaga Perbatasan Lithuania (VSAT), Rustamas Liubajevas mengatakan bahwa fasilitas militer di Kapciamiestis pending untuk meningkatkan keamanan di perbatasan. Sebab, akan ada penambahan personel VSAT di perbatasan Belarus. 

“Pendirian fasilitas militer tersebut akan menguntungkan bagi aktivitas VSAT untuk keamanan perbatasan Belarus. Ini penting untuk mencegah pelanggaran dan memperkuat pengawasan perbatasan,” tuturnya, dikutip dari Delfi.

Menurut Luivajevas, Kapciamiestis memegang bagian penting di sepanjang perbatasan Belarus. Alhasil, area tersebut kerap menjadi sasaran empuk untuk menyelundupkan migran dan barang ilegal. 

3. Polandia dukung pembangunan fasilitas militer Kapciamiestis

bendera Polandia (unsplash.com/v_bogutski)
bendera Polandia (unsplash.com/v_bogutski)

Menteri Keamanan Nasional Lithuania, Robertas Kaunas sudah bertemu dengan Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz di Warsawa pekan lalu. Mereka membicarakan soal pendirian fasilitas latihan tempur di Kapciamiestis. 

“Fasilitas latihan ini berada di Suwalki Gap untuk meningkatkan latihan perang kepada personel militer. Ini akan mengekspansi latihan tempur dan meningkatkan pertahanan bagi Polandia dan Lithuania, serta seluruh anggota aliansi NATO,” papar Kaunas. 

Lithuania dan Polandia sudah membangun kerja sama kuat dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kesepakatan pertahanan semakin ditingkatkan menyusul ancaman Rusia dalam beberapa tahun terakhir. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Niat Cari Kerja, Warga Bangladesh di Rusia Dipaksa Ikut Perang

28 Jan 2026, 09:09 WIBNews