WHO Buka Suara Soal Pengunduran Diri AS dari Keanggotaan

- WHO mengklaim sudah menangani COVID-19 dengan baik.
- Amerika Serikat resmi keluar dari WHO per 22 Januari 2026.
- Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap Amerika Serikat mau kembali lagi ke WHO.
Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) buka suara soal pengunduran diri Amerika Serikat dari keanggotaan. Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan alasan AS keluar dari organisasinya sama sekali tidak benar.
“Sayangnya, alasan yang dikemukakan untuk keputusan Amerika Serikat menarik diri dari WHO adalah tidak benar. WHO selalu berinteraksi dengan AS dan semua negara anggota dengan penuh menghormati kedaulatan mereka,” tulis Ghebreyesus di laman X pribadinya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan penarikan diri dari WHO disebabkan oleh ketidakselarasan visi-misi organisasi tersebut dengan kepentingan nasional. Selain itu, AS juga menuduh WHO gagal dalam menangani Pandemik COVID-19 yang terjadi pada 2020. Sebab, AS menilai WHO sengaja menutupi informasi penting soal COVID-19 sehingga banyak memakan korban jiwa.
1. WHO mengklaim sudah menangani COVID-19 dengan baik

Tuduhan yang dilontarkan Amerika Serikat ini bertolak belakang dengan klaim dari WHO. Sebab, WHO dan jajarannya mengklaim sudah berhasil menangani Pandemik COVID-19 dengan baik. Mereka juga mengklaim sudah memberikan informasi strategis dengan cepat dan tepat waktu. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menghindari korban tewas lebih banyak.
“Sepanjang pandemi, WHO sudah bertindak cepat, membagikan semua informasi yang dimilikinya dengan cepat dan transparan kepada dunia, serta memberi nasihat kepada negara anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“WHO juga sudah merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan menjaga jarak fisik. Namun, kami tidak pernah merekomendasikan kewajiban penggunaan masker, kewajiban vaksinasi, atau isolasi wilayah,” lanjutnya.
2. Amerika Serikat resmi keluar dari WHO per 22 Januari 2026

Amerika Serikat sendiri sudah resmi keluar dari WHO per Kamis (22/1/2026). Langkah ini mengakhiri keanggotaan AS di WHO selama hampir 80 tahun.
Selain dari WHO, AS juga berencana keluar dari 66 organisasi internasional lainnya. Mereka terdiri dari 31 organisasi PBB, seperti UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), UN Water, UN Oceans, UN Democracy Fund, dan United Nation Population Fund (UNFPA).
Sementara itu, 35 lainnya terdiri dari organisasi non-PBB. Beberapa di antaranya, seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), International Institute for Democracy and Electoral Assistance, dan International Union for Conservation of Nature.
3. Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap Amerika Serikat mau kembali lagi ke WHO

Meski sudah resmi keluar, Tedros Adhanom Ghebreyesus tetap berharap Amerika Serikat mau kembali lagi ke WHO. Sebab, Ghebreyesus menilai peran Negeri Paman Sam di organisasi yang dipimpinnya sangat strategis, terutama dalam hal pendanaan.
“Kami berharap Amerika Serikat akan kembali berpartisipasi aktif dalam WHO pada masa mendatang. Sementara itu, WHO akan tetap teguh berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua negara dalam mengejar misi intinya dan mandat konstitusionalnya, yakni standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai sebagai hak mendasar bagi semua orang” tutup Ghebreyesus.


















