WNI Korban Penculikan Bajak Laut di Gabon, Kondisinya Terus Dipantau

- Kemlu koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar China
- Asal daerah WNI masih didalami untuk memastikan langkah perlindungan dan penyelamatan dapat segera diambil
- Perlindungan WNI jadi prioritas diplomasi dan koordinasi internasional
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan nasib warga negara Indonesia (WNI) yang disandera bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah. Hingga kini, Indonesia masih berupaya memastikan kondisi para WNI yang diculik dalam insiden tersebut.
Sugiono mengatakan, koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar China, mengingat sebagian awak kapal yang disandera juga merupakan warga negara Negeri Tirai Bambu. Namun, informasi terkait kondisi dua WNI yang masih disandera belum diperoleh secara pasti.
"Sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi akan coba cari jalur untuk bisa tahu kondisinya seperti apa," ujar Sugiono.
Kementerian Luar Negeri memastikan perwakilan RI di kawasan Afrika terus memantau situasi secara ketat dan melaporkan perkembangan terbaru secara berkala kepada pimpinan.
1. Kemlu koordinasi intensif dengan berbagai pihak

Sugiono menjelaskan, selain berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China, Kemlu juga terus berkomunikasi dengan perwakilan RI terkait di kawasan tersebut.
"Saya menunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update," kata Sugiono.
Menurut dia, pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan langkah perlindungan dan penyelamatan dapat segera diambil jika tersedia informasi baru.
2. Asal daerah WNI masih didalami

Ketika ditanya mengenai asal daerah WNI yang menjadi korban penyanderaan, Sugiono mengatakan pemerintah masih melakukan pendalaman.
"Belum tahu," ujarnya.
Kemlu memastikan upaya perlindungan terhadap WNI tetap menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi keamanan yang berisiko.
3. Perlindungan WNI jadi prioritas diplomasi

Sugiono menegaskan, negara akan terus hadir untuk melindungi WNI di luar negeri melalui diplomasi dan koordinasi internasional.
Kasus pembajakan di Gabon, lanjut dia, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan negara dalam menghadapi ancaman keamanan lintas negara.

















