Comscore Tracker

Budaya Shipping di Kalangan Penggemar KPop: Positif atau Negatif?

Kapal kalian lagi berlayar atau karam? 

Buat penggemar KPop pasti tidak asing dengan istilah shipping. Shipping sendiri merupakan budaya yang dilakukan penggemar KPop kepada idol mereka dengan memasangkan idol mereka dengan idol lainnya. Sedangkan shipper adalah sebutan bagi penggemar yang melakukan budaya ini.

Penggemar yang melakukan shipping ini biasanya merasa gemas melihat interaksi idol mereka dengan idol lainnya. Contohnya, jika idol mereka bernyanyi bersama, tertawa bersama, atau berada dalam satu proyek seperti drama atau variety show. Melihat hal tersebut timbul pikiran bahwa keduanya terasa sangat cocok jika bersama sehingga penggemar menginginkan keduanya untuk menjalin hubungan. Contohnya, yaitu Suho EXO dan Irene Red Velvet. Kedua idol ini sering kali dipasangkan oleh penggemar mereka bahkan nama mereka berdua disingkat menjadi Surene oleh para penggemar.

Seorang shipper juga sering melihat momen-momen dari kedua idol tersebut sehingga timbul pikiran bahwa keduanya mungkin saja diam-diam menjalin hubungan di kehidupan nyata. Fans juga sering membuat video kumpulan momen dari kedua idol dan juga menampilkan beberapa bukti yang menurut fans benar bahwa keduanya tengah menjalin sebuah hubungan secara diam-diam.

Selain membuat video, fans juga memproduksi cerita fiksi mengenai kedua idol yang diceritakan tengah berpacaran. Cerita tersebut diunggah di banyak aplikasi baca cerita dan menghasilkan jumlah pembaca yang sangat banyak. Jika cerita tersebut populer, seorang penerbit akan melirik dan mengangkatnya menjadi sebuah novel.

Fans juga sering mengedit kedua foto idol mereka agar keduanya terlihat sedang bersama. Dari hal tersebut kemudian timbul pertanyaan apakah budaya shipping ini berdampak positif atau negatif ?

Jika melihat dari sisi penggemar, budaya ini tentunya sangat menyenangkan karena fans dapat berimajinasi serta berangan-angan bagaimana jika idol mereka benar-benar menjalin hubungan. Budaya shipping sendiri bisa disebut sebagai bentuk dukungan kepada idol mereka untuk menjalin hubungan dengan orang lain karena biasanya seorang fans akan patah hati jika mengetahui bahwa idol mereka tengah berpacaran. Akan tetapi, dari adanya budaya ini fans akan terang-terangan mendukung jika kedua idol tersebut benar-benar berpacaran.

Bagaimana jika kita melihat dari sisi sang Idola? Apakah idol mereka merasa senang dengan budaya ini?

Sebagai penggemar KPop kita dapat melihat dari dua sisi yang berbeda. Jika kedua idol tersebut benar-benar menjalin hubungan maka dari pihak idol sendiri tidak akan merasa risih dan khawatir karena ternyata penggemar mereka menyetujui hubungannya.

Akan tetapi, bagaimana jika kedua idol tersebut ternyata memang tidak pernah menjalin hubungan?

Sebagai seorang manusia, kita pasti akan merasa risih sekaligus terganggu jika ada orang lain yang gemar memasangkan kita dengan orang lain bahkan menyuruh kita untuk berpacaran dengan orang tersebut. Seorang idol juga manusia dan pasti merasakan hal ini. Mereka mungkin tidak secara terang-terangan mengatakan bahwa tidak menyukai apa yang penggemar mereka buat karena mereka dituntut untuk menjaga perasaan mereka di depan publik, tetapi di belakang layar mungkin mereka mengutarakan ketidaksukaan mereka terhadap apa yang penggemar mereka buat. Budaya ini sebenarnya bisa dibilang cukup mengganggu bagi sang idol karena bisa memicu masalah seperti kesalahpahaman.

Sebagai seorang penggemar, kita memang tidak tau bagaimana isi perasaan seorang idol. Jika penggemar percaya bahwa sang idola sepertinya berpacaran dengan idola yang dipasangkan padanya, ya it’s okay. Akan tetapi, sebagai seorang penggemar kita harus memandang hal tersebut dari dua sisi yang berbeda. Jika pada kenyataannya kedua idol memang tidak pernah berpacaran kita harus menerima hal itu. Sebagai seorang penggemar kita harus bijak, budaya ini bisa dibilang seperti mengatur pasangan bagi seorang idol. Idol A cocoknya dengan ini sedangkan idol B harus dengan ini.

Seorang fans yang baik juga harus memikirkan perasaan idol mereka. Masalah karena kesalahpahaman dapat muncul jika pada kenyataannya idol yang mereka pasangkan ternyata berpacaran dengan orang lain. Orang yang menjadi pacar idol tersebut bisa jadi cemburu karena tindakan fans kekasihnya yang selalu memasangkan kekasihnya dengan idol lainnya. Hal tersebut bisa memicu pertengkaran antara idol dengan kekasihnya.

Contoh dari masalah adanya budaya shipping ini seperti pada artikel yang diunggah oleh IDN Times dengan judul Heboh Foto ‘Dispatch’ Chanyeol EXO dan Rose BLACKPINK, Cek 5 Faktanya. Dari artikel tersebut, kita mengetahui bahwa budaya ini dapat memicu sebuah kesalahpahaman karena sebelumnya Chanyeol EXO dan Rose BLACKPINK memang selalu dijodoh-jodohkan oleh penggemar mereka dengan sebutan Chanrose. Foto tersebut sebenarnya adalah palsu dan diedit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ditambah oknum tersebut menambahkan watermark Dispatch di fotonya. Akibat hal tersebut, penggemar menjadi heboh dan berusaha mencari kebenarannnya.

Sebagai penggemar kitah boleh saja menikmati budaya ini, tetapi kita juga harus tau batasan agar tidak berlebihan sehingga memicu sebuah kesalahpahaman. Sebagai penggemar yang bijak kita harus mendukung pilihan idol kita jika dirasa itu benar seperti jika idol kita ternyata berpacaran dengan orang lain yang tidak kita pasangkan dengan idol kita. Kita tidak tau bagaimana perasaan seorang idol karena mereka juga manusia. Di depan kamera mereka mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi di belakang, kita tau apa yang terjadi.

Kita juga harus biasa menormalisasi interaksi antara kedua idol karena tidak semua interaksi berujung pada hubungan romantis. Jika kita terus berpikir bahwa interaksi idol cewek dan cowok selalu berujung pada hubungan romantis itu sama saja dengan kita melarang keduanya menjalin pertemanan/persahabatan atau mungkin dari kitanya sendiri yang terlalu terbawa suasana. Sekali lagi, kita harus memandang segala sesuatu dari dua sisi yang berbeda.

Yuk, jadi penggemar yang bijak!

Baca Juga: [OPINI] KWave, Fanatisme dan Lunturnya Nilai Kebudayaan Generasi Z

Desika Meidifania Photo Writer Desika Meidifania

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya