Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Burung Bangkai dari Brasil, Jadi Penyeimbang Ekosistem
hering kalkun (commons.wikimedia.org/Andrey)
  • Lima spesies burung bangkai di Brasil berperan membersihkan bangkai dan membantu menekan penyebaran patogen, sehingga menjadi penyeimbang ekosistem.
  • Burung bangkai hitam hidup di area terbuka, sedangkan hering kalkun memiliki persebaran terluas di Amerika dengan wilayah sekitar 47 juta km².
  • Burung bangkai raja menjadi spesies terbesar, sementara dua hering kepala kuning memiliki ciri makan dan strategi mencari bangkai yang berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peran burung bangkai sebagai penyeimbang ekosistem tak bisa digantikan oleh hewan lain. Pasalnya, burung berukuran besar tersebut bisa memakan bangkai dalam jumlah yang banyak tanpa mengganggu organisme lain. Burung bangkai juga bisa ditemukan di berbagai daerah, salah satunya di Brasil.

Burung bangkai hitam, hering kalkun, dan burung bangkai raja merupakan beberapa spesies burung bangkai dari Brasil. Mereka punya berbagai keunikan yang tercermin dari ukuran, ciri fisik, kebiasaan, hingga perannya di ekosistem. Tertarik dengan semua burung tersebut? Yuk, kita ulik di bawah ini.

1. Burung bangkai hitam hanya hidup di area terbuka

burung bangkai hitam (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Dilansir Animal Diversity Web, Coragyps atratus atau burung bangkai hitam hidup di area terbuka. Sebisa mungkin, hewan ini akan selalu menghidari hutan dan area dengan vegetasi rapat. Meski tergolong selektif dalam memilih habitat, tapi penyebaran cukup luas karena mencakup Brasil, Chile, Uruguay, Peru, Amerika Serikat, hingga Kepulauan Karibia.

Ukuran burung bangkai hitam juga bersar dengan panjang 56-74 centimeter, bentang sayap 1,3-1,6 meter, dan bobot maksimal di angka 3 kilogram. Terkadang ia juga dapat ditemukan di pinggir jalan. Sebagai pemakan bangkai, unggas ini bertugas membersihkan bangkai hewan, entah itu hewan yang mati secara alami, sisa makanan predator lain, atau hewan yang mati tertabrak oleh kendaraan.

2. Hering kalkun jadi spesies dengan penyebaran terluas

hering kalkun (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Hering kalkun (Cathartes aura) menyandang gelar sebagai spesies hering dengan penyebaran terluas di benua Amerika. Dilansir BirdLife DataZone, penyebarannya mencakup seluruh wilayah Amerika Selatan, tengah, Kepulauan Karibia, Amerika Serikat, hingga sebagian Kanada. Jika ditotal, wilayah penyebaran unggas ini punya luas sekitar 47 juta km². Tak hanya itu, populasi hering kalkun juga melimpah, lho.

Ukuran hering kalkun cukup besar dengan bentang sayap mencapai 1,8 meter dan bobot maksimal 2,4 kilogram. Hering kalkun sebenarnya adalah hewan soliter, tapi ia akan berkelompok ketika makan. Layaknya spesies lain, makanan utama hering kalkun adalah bangkai hewan. Menariknya, ia pernah terdokumentasi memakan material tanaman seperti buah sawit.

3. Hering kepala kuning kecil punya kepala bak pelangi

hering kepala kuning kecil (commons.wikimedia.org/vinicius_s_domingues)

Hewan dengan nama ilmiah Cathartes burrovianus ini mudah dikenali dari kepalanya yang botak. Tak hanya botak, kepalanya yang kecil juga punya perpaduan warna bak pelangi, yaitu merah, kuning, hitam, ungu, hingga biru terang. Kepala tersebut sangat kontras dengan bagian tubuh lain yang berwarna hitam pekat. Ukurannya tak terlalu besar dengan panjang maksimal 66 centimeter dan bobot 1,5 kilogram.

Laman Animalia menerangkan bahwa hering kepala kuning kecil adalah spesies yang hampir secara ekslusif hanya memakan bangkai. Namun, ia tak bisa memakan bangkai yang sudah terlalu busuk karena paruhnya tidak cukup kuat. Jika tak menemukan bangkai, barulah burung ini akan mencari mangsa seperti ikan, kepiting, amfibi, dan hewan air lain.

4. Burung bangkai raja merupakan spesies terbesar

burung bangkai raja (commons.wikimedia.org/Olaf Oliviero Riemer)

Kata "raja" di namanya bukanlah bualan semata. Sebab, laman Avibase menerangkan bahwa burung bangkai raja (Sarcoramphus papa) merupakan spesies burung bangkai dunia baru terbesar. Tercatat, panjangnya sekitar 67-81 centimeter, bentang sayapnya mencapai 2 meter, dan bobot maksimalnya ada di angka 4,5 kilogram. Selain itu, ia juga punya jengger di bagian atas paruh.

Distribusi burung bangkai raja mencakup beberapa daerah, yaitu Amerika Selatan (Brasil, Argentina, sampai Pegunungan Andes) hingga Amerika Tengah (Meksiko). Burung bangkai raja juga memiliki peran penting di habitatnya. Sebagai scavenger, ia bisa memakan semua jenis bangkai, entah itu bangkai monyet, ikan, hingga kadal. Karena itu, ia bisa mencegah penyebaran patogen dari bangkai.

5. Hering kepala kuning besar mencari makan dari atas pohon

hering kepala kuning besar (commons.wikimedia.org/Jens N. Lallensack)

Hering kepala kuning besar (Cathartes melambrotus) punya cara berburu yang menarik. Dalam hal ini, ia akan berkelompok sembari bertengger di atas pohon. Nah, tiap individu di kelompok tersebut akan memperhatikan area sekitar untuk mencari keberadaan bangkai. Saat menemukan bangkai mereka akan turun dan memulai pesta makan.

Meski kerap makan dan bertengger bersama, laman iNaturalist menjelaskan bahwa burung ini lebih sering terbang menyendiri. Ia juga bukan penerbang yang cepat dan lebih sering mengudara dengan santai. Burung ini juga memiliki habitat yang beragam, mulai dari Hutan Hujan Amazon di Brasil hingga dataran tinggi di Pegunungan Andes yang dingin.

Kehadiran lima spesies burung bangkai dari Brasil menunjukan keanekaragaman satwa yang luar biasa di negara tersebut. Hal itu tidak mengherankan mengingat Brasil merupakan negara tropis dengan sumber air melimpah, hutan lebat, dan pasokan makanan yang tak akan habis. Di Brasil, semua burung tersebut bisa hidup tenang tanpa adanya ancaman berarti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article