5 Fakta Unik Sea Lily, Hewan Laut Kuno yang Hidup Sebelum Dinosaurus

- Sea lily adalah hewan laut purba dari kelompok Crinoid yang telah hidup sejak sekitar 480 juta tahun lalu, jauh sebelum kemunculan dinosaurus.
- Meskipun mirip tanaman, sea lily merupakan hewan dengan batang berakar di dasar laut dan lengan bercabang untuk menyaring makanan dari arus air.
- Hewan ini hidup di laut dalam sebagai penyaring sisa organik, memiliki jaringan ligamen fleksibel, dan kini tersisa sekitar 80 spesies tersebar di berbagai perairan dunia.
Sea lily atau lili laut (Crinoidea) merupakan organisme laut yang memiliki bentuk menyerupai tanaman bunga namun sebenarnya adalah hewan. Makhluk ini termasuk dalam kelompok Crinoid dan sudah menghuni lautan sejak ratusan juta tahun yang lalu. Keberadaan mereka menjadi catatan penting bagi para peneliti untuk mempelajari evolusi kehidupan di bawah laut.
Hewan ini memiliki struktur tubuh yang unik dengan lengan-lengan halus yang berfungsi untuk menyaring makanan dari arus air. Meskipun terlihat rapuh, mereka memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi dalam berbagai kondisi ekstrem di kedalaman samudra. Yuk, simak fakta-fakta unik mengenai sea lily yang sudah ada jauh sebelum kemunculan dinosaurus!
1. Organisme purba yang hidup sejak 480 juta tahun lalu

Sea lily merupakan hewan laut yang memiliki kekerabatan dengan bintang laut serta bulu babi dan sudah mendiami bumi dalam waktu yang sangat lama. Dilansir laman Field Museum, fosil hewan ini ditemukan telah berumur setidaknya 480 juta tahun, yang berarti mereka berevolusi ratusan juta tahun sebelum kemunculan dinosaurus.
Penemuan fosil-fosil baru membantu para peneliti untuk memahami bagaimana struktur lengan hewan ini berkembang dari nenek moyang kuno mereka. Studi terhadap evolusi lili laut ini memberikan informasi penting mengenai perubahan pohon keluarga mereka selama ratusan juta tahun. Keberadaan mereka yang sangat panjang di bumi membuat hewan ini menjadi subjek penelitian yang konsisten dalam bidang paleontologi.
2. Bukan tumbuhan melainkan hewan

Meskipun memiliki sejarah evolusi yang panjang dan bentuk fisik yang sering menipu mata, organisme ini sepenuhnya adalah hewan laut dan bukan bagian dari kelompok tanaman. Dilansir laman Underwater Tales, lili laut memiliki batang yang berakar pada dasar laut untuk menjaga posisi tubuh mereka agar tetap stabil di habitatnya.
Batang tersebut berfungsi sebagai jangkar kuat bagi lili laut untuk mencengkeram dasar samudra melalui bagian kaki dengan struktur menyerupai akar tanaman. Di bagian atas batang ini terdapat pusat melingkar yang disebut kelopak, yang menjadi tempat tumbuhnya lengan-lengan bercabang dan berbulu. Struktur tubuh yang statis ini membuat mereka rentan terhadap gangguan, namun mereka memiliki mekanisme pertahanan yang unik pada bagian lengan tersebut.
3. Memiliki jaringan ligamen yang fleksibel

Lili laut memiliki sistem biologis yang membuat tubuh mereka mampu beradaptasi dengan kondisi arus air yang berubah-ubah di dasar laut. Dilansir dari laman Treehugger, hewan ini memiliki jaringan ligamen unik yang dapat berubah dari kaku menjadi lunak atau lemas sesuai kebutuhan.
Kemampuan ini didukung oleh sistem saluran internal yang berakhir pada kaki tabung, serupa dengan sistem yang dimiliki kerabatnya seperti bintang laut. Jaringan ligamen tersebut memungkinkan lili laut mempertahankan posisi tubuh tanpa mengeluarkan banyak energi otot. Fleksibilitas ini penting bagi kelangsungan hidup mereka, terutama saat menghadapi tekanan air atau arus bawah laut yang kuat di berbagai kedalaman.
4. Perbedaan fisik dengan kelompok feather stars

Spesies ini memiliki ciri khas utama pada bagian batangnya yang menetap secara permanen di dasar laut saat mereka beranjak dewasa. Dilansir laman Britannica, lili laut berbeda dengan kelompok feather stars yang tidak memiliki batang dan memiliki kemampuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Struktur batang lili laut terdiri dari susunan cakram berkapur, sementara bagian tubuh intinya memiliki rangka internal yang terbuat dari lempengan kapur yang saling mengunci. Bentuk tubuh yang menyerupai tanaman ini sebenarnya adalah adaptasi morfologi untuk mendukung tentakel mereka yang berbentuk seperti daun dalam menangkap nutrisi. Perbedaan cara hidup yang menetap ini membuat lili laut lebih terkonsentrasi di area dasar laut tertentu.
5. Habitat di laut dalam sebagai penyaring sisa organik

Spesies lili laut yang masih hidup saat ini sebagian besar ditemukan menghuni wilayah perairan yang sangat dalam di berbagai belahan dunia. Masih dari laman Britannica, hewan ini umumnya ditemukan di laut dalam dan bertahan hidup dengan memakan detritus atau sisa-sisa organik yang mengalir di arus bawah laut.
Saat ini tercatat ada sekitar 80 spesies yang masih hidup, dengan ukuran tinggi tidak lebih dari 60 sentimeter, yang tersebar di wilayah perairan mulai dari Jepang hingga Australia. Meskipun spesies modern berukuran relatif kecil, catatan fosil menunjukkan bahwa pada masa Paleozoikum pernah terdapat spesies dengan panjang mencapai 20 meter.
Mempelajari sea lily membantu memahami bagaimana organisme laut bertahan melalui berbagai periode geologi. Hewan ini menunjukkan pola adaptasi fisik yang berkembang selama ratusan juta tahun.


















