5 Negara Merayakan Hari Kemerdekaan Pada Bulan Januari, Bersejarah!

Kebebasan dan kemerdekaan adalah impian setiap negara dan bangsa di dunia. Banyak negara yang ingin bebas menentukan nasibnya sendiri alih-alih terjajah di tanah sendiri. Untuk itu, banyak negara mengupayakan berbagai cara untuk bisa merdeka.
Termasuk 5 negara ini yang berusaha keras agar mendapatkan kemerdekaan. Tak hanya sekedar bebas, mereka juga merayakan kemerdekaan itu dengan berbagai cara untuk mengenang kemerdekaan. Yuk simak, negara mana saja yang mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatannya sendiri di bulan Januari ini.
1. Hari Republik Pertama Filipina

Pengangkatan Rodrigo Duterte sebagai presiden berdampak cukup besar terutama untuk hari libur. Pada tanggal 23 Januari ditetapkan menjadi Hari Republik Filipina dan diputuskan sebagai hari libur nasional.
Peringatan ini berhubungan dengan keberhasilan Filipina mendeklarasikan kebebasannya setelah dijajah oleh Spanyol selama 300 tahun atau 3 abad. Deklarasi kemerdekaan ini diproklamirkan oleh Emilio Aguinaldo di rumahnya pada 12 Juni 1898. Sedangkan deklarasi Hari Republik Pertama dideklarasikan pada 23 Januari 1899 di Gereja Barasoain di Kota Malolos, Provinsi Bulacan.
2. Hari Republik India

Bukan hanya hari libur, pada tanggal 26 Januari terdapat perayaan parade besar-besaran sebagai Hari Republik India. Orang-orang turun ke jalan untuk pameran budaya, sejarah dan militer yang dilakukan selama 3 hari dan tanggal 29 ditutup dengan upacara Retret.
Di India terdapat 3 hari libur nasional, salah satunya Hari Republik India. Sebenarnya, India merdeka pada tanggal 15 Agustuts 1945. Namun selama 3 tahun diperintah sebagian besar oleh Undang-Undang Pemerintahan Kolonial Belanda. Setelah dua tahun, konstitusi India memantapkan pembentukan pemerintahan demokrasi India, sehingga lahirlah Hari Republik India tepat pada tanggal 26 Januari.
3. Hari Kemerdekaan Nauru

Nauru yang dikenal sebagai surganya fosfor membuat negara lain seperti Jerman, Australia, Selandia Baru dan Inggris ingin menguasai tempat tersebut terutama saat Perang Dunia I. Kemudian pada Perang Dunia II, Jepang ikut andil dalam peperangan tersebut untuk menguasai Nauru.
Saat itu Jepang mendarat di Nauru pada tahun 1945 dan mendeportasi 1.200 penduduk asli ke Laguna Chuuk atau Truk untuk menjadi buruh. Namun setelah Jepang kalah, orang Nauru tersebut kembali tepat pada 31 Januari 1946 sehingga pada tanggal tersebut dihormati sebagai Hari Kemerdekaan Nauru. Kemerdekaan tersebut disambut dengan Nauru Bwiema' sebagai lagu kebangsaan yang ditulis Margaret Hendrie dan Laurence Henry Hiks sebagai penggubah musik.
4. Hari Kemerdekaan Haiti

Tepat pada tahun baru yaitu tanggal 1 Januari, Haiti tak hanya merayakan pergantian tahun tapi juga hari kemerdekaan. Dalam perayaannya, sup labu adalah simbol kebebasan. Meminum sup labu tersebut menandakan pembebasan negara sehingga tidak boleh ditolak.
Makanan tersebut lekat dengan penjajahan Prancis yang membawakan budak dari Afrika untuk menjadi pekerja di kebun gula dan kopi. Para budak di Haiti tersebut dilarang minum sup labu tersebut karena sup tersebut disediakan hanya untuk tuan kolonial.
Tak hanya itu, para budak di Haiti diperlakukan secara tidak layak baik secara medis, makanan, pakaian dan tempat tinggal yang tidak memadai. Ketegangan pun terjadi mulai dari 1791 hingga puncaknya Haiti memproklamirkan kemerdekaannya dari Kolonial Prancis pada 1 Januari 1804.
5. Hari Kemerdekaan Sudan

Dengan kekayaan cadangan minyak, Sudan menjadi salah satu negara yang dijajah oleh negara lain. Di tahun 1890, Inggris sudah menduduki Sudan dengan cara bersaing dengan kekuatan Eropa lain. Di tahun 1899, tak hanya Inggris tapi Mesir juga menguasai wilayah Sudan. Keduanya sepakat bahwa Sudan dijalankan oleh gubernur jenderal yang ditunjuk Mesir dengan persetujuan Inggris.
Namun di tahun 1952, gejolak dan ketidakstabilan membuat Inggris menyetujui pemungutan suara bebas di wilayah Sudan. Di samping itu, secara sepihak Parlemen Sudan dengan suara bulat menyatakan kemerdekaan pada 19 Desember 1955. Disusul kemudian pemerintahan Inggris dan Mesir mengakui kemerdekaan Sudan pada 1 Januari 1956 dan menjadi hari libur nasional di Sudan.