Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Unik Elang Pundak Merah, Rela Peluk Musuh demi Lindungi Anak

7 Fakta Unik Elang Pundak Merah, Rela Peluk Musuh demi Lindungi Anak
Elang pundak merah bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Kate Perez)
Intinya Sih
  • Elang pundak merah merupakan burung pemangsa asli Amerika Utara yang mudah dikenali dari bulu pundak mereka yang merah.

  • Burung ini memiliki penglihatan tajam, sangat teritorial, dan agresif dalam melindungi sarang serta anak.

  • Elang pundak merah juga dikenal cerdas karena memiliki strategi unik menghadapi predator demi menjaga keturunan mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Burung pemangsa satu ini tampil khas. Pundak mereka merah. Sayap mereka pun berpola papan catur yang unik. Ukuran tubuh memang gak besar, tapi sifat mereka sangat agresif dan punya kecerdasan yang gak boleh disepelekan. Nama mereka elang pundak merah.

Elang pundak merah atau red-shouldered hawk merupakan burung pemangsa asli Amerika Utara. Predator ini ahli beradaptasi sehingga bisa kamu jumpai di berbagai habitat. Meski bukan predator puncak, elang pundak merah sangat agresif dan punya cara cerdas untuk melindungi telur dan anak-anak mereka. Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta unik burung elang pundak merah atau red-shouldered hawk berikut ini!

1. Raptor dari marga Buteo asli Amerika Utara

Elang pundak merah bertengger di pohon.
Elang pundak merah bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Channel City Camera Club/Steve Colwell)

Elang pundak merah atau red-shouldered hawk (Buteo lineatus) merupakan jenis burung pemangsa asli Benua Amerika. Mereka bisa dijumpai di Amerika Utara, mulai dari California sampai Meksiko. Mereka ada di berbagai macam habitat, tetapi sering terlihat di dekat air.

Elang pundak merah tergolong elang dari marga Buteo berukuran sedang. Mengutip laman Animal Diversity, betina rata-rata memiliki berat 700 gram dan panjang 48–61 sentimeter, sementara jantan lebih kecil dengan berat 550 gram serta panjang 43–58 sentimeter. Burung pemangsa ini punya sayap dengan rentang 1 meter.

2. Burung pemangsa dengan ciri khas cantik

Elang pundak merah hinggap di dahan pohon.
Elang pundak merah hinggap di dahan pohon. (commons.wikimedia.org/Wildreturn)

Apakah elang pundak merah punya pundak berwarna merah? Memangnya burung punya pundak? Burung memang gak punya pundak. Pundak burung biasanya merujuk pada area tulang skapula dan tulang humerus.

Nah, pada elang pundak merah, area "pundak" yang dimaksud ialah bulu penutup sayap bagian atas. Area ini berwarna merah karat yang menginspirasi nama mereka. Ciri khas lainnya juga ada pada pola papan catur hitam putih yang tegas pada bulu terbang sayap.

3. Versi siang hari burung hantu

Elang pundak merah sedang mengawasi mangsa.
Elang pundak merah sedang mengawasi mangsa. (commons.wikimedia.org/Channel City Camera Club/Sue Cook)

Elang pundak merah paling suka makan mamalia kecil, seperti kelinci atau tupai. Mereka mencari mangsa sambil bertengger di tempat tinggi atau melayang di udara. Begitu menemukan mangsa, elang pundak merah langsung menjatuhkan diri ke atas mangsa.

Menurut Peregrine Fund, elang pundak merah sebagai versi siang hari atau versi diurnal dari burung hantu bergaris (Strix varia). Kedua burung pemangsa ini hidup di habitat-habitat yang sama di bagian timur Amerika Serikat. Keduanya juga suka memangsa yang sama. Bedanya, elang pundak merah aktif berburu pada siang hari, sementara burung hantu aktif pada malam hari.

4. Punya penglihatan luar biasa tajam

Elang pundak merah menatap tajam.
Elang pundak merah menatap tajam. (commons.wikimedia.org/Charles Patrick Ewing)

Saat berburu, elang pundak merah mengandalkan penglihatan yang tajam. Elang pundak merah punya mata besar yang terletak untuk melihat ke depan. orientasi mata ini memberikan persepsi kedalaman yang sangat baik. Menurut informasi dari laman Animal Diversity, konsentrasi sel kerucut yang tinggi pada mata elang pundak merah memberikan daya resolusi dan penglihatan yang tajam. Tentunya, ini membantu elang pundak merah menemukan mangsa sambil terbang melayang di ketinggian.

5. Sangat teritorial dan agresif

Induk elang pundak merah sedang menjaga sarang.
Induk elang pundak merah sedang menjaga sarang. (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

Elang pundak merah dikenal sebagai burung pemangsa yang sangat teritorial. Ia kelewat agresif dalam melindungi sarang. Mereka gak segan mengusir burung pemangsa yang jauh lebih besar, seperti elang emas (Aquila Chrysaetos), elang ekor merah (Buteo jamaicensis), sampai beluk besar (Bubo virginianus).

Saat umur mereka baru 5 hari, anakan elang pundak merah bisa menembakkan kotoran ke luar sarang. Oleh karena itu, kotoran burung di tanah jadi pertanda ada sarang aktif di dekatnya. Kalau kamu jalan-jalan di habitat elang pundak merah dan menemukan tanda-tanda ini, ketahuilah kalau ada induk agresif yang bakal menyerangmu kapan saja.

6. Punya hubungan spesial dengan gagak amerika

Elang pundak merah bertengger di pohon.
Elang pundak merah bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Henry)

Gagak amerika (Corvus brachyrhynchos) merupakan mimpi buruk bagi banyak induk burung pemangsa. Elang pundak merah tanpa terkecuali. Gagak amerika merupakan predator telur burung yang paling parah.

Namun, elang pundak merah punya cara cerdas untuk melindungi telur-telur mereka dari gagak amerika. Menurut laman Animal Spot, elang pundak merah sengaja berteman dengan gagak amerika untuk menciptakan hubungan damai dengan predator anak-anak mereka itu. Keduanya mungkin memang sering terlihat saling mengejar atau coba mencuri makanan satu sama lain, tapi keduanya kompak menyerang burung pemangsa besar keluar dari wilayah keduanya.

7. Berani lawan balik burung hantu berukuran besar

Elang pundak merah bertengger di pohon.
Elang pundak merah bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Wildreturn)

Nah, lain halnya dengan beluk besar, burung hantu ini gak mengincar telur, tapi lebih suka anakan elang pundak merah. Namun, elang pundak merah gak tinggal diam. Menurut laman All About Birds, saat seekor elang pundak merah mengejar dan mengusir beluk besar, pasangannya akan menculik seekor anak beluk dari sarang, lalu memakannya!

Sungguh burung pemangsa yang menakjubkan, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung elang pundak merah atau red-shouldered hawk? Apa kamu tertarik untuk melihat aksi burung pemangsa ini secara langsung di habitat asli mereka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More