Menurut peneliti, risiko yang paling perlu diperhatikan dari gempa susulan adalah keruntuhan bangunan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama. Gempa susulan dengan kekuatan tertentu dapat memberikan beban tambahan pada bangunan yang struktur atau komponennya telah melemah. Karena itu, masyarakat diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.
BMKG juga mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan tetap mengikuti informasi resmi. Selain bangunan, wilayah lereng juga perlu diperhatikan karena guncangan dapat memicu longsor, terutama pada daerah yang memiliki kondisi tanah atau lereng yang rentan.
Risiko tsunami tidak otomatis mengikuti setiap gempa susulan. Namun, masyarakat pesisir tetap perlu mengetahui langkah evakuasi. Jika merasakan gempa kuat yang berlangsung cukup lama, mereka harus segera menjauh dari pantai dan mengikuti arahan resmi apabila peringatan tsunami dikeluarkan.
Dengan demikian, munculnya lebih banyak titik gempa ke arah barat Flores belum bisa diartikan sebagai bukti bahwa aktivitas gempa sedang berjalan menuju Manggarai Barat.
Ada indikasi sebaran aftershock meluas ke arah barat, tetapi diperlukan analisis lebih lanjut terhadap lokasi, kedalaman, waktu, magnitudo, mekanisme sumber, dan laju gempa untuk memastikan apakah terjadi migrasi aktivitas.
Di sisi lain, fakta bahwa gempa susulan masih berlangsung dan beberapa di antaranya sudah dirasakan di Manggarai Barat membuat kewaspadaan tetap penting.
Bagi masyarakat, langkah paling konkret bukan menebak ke mana gempa berikutnya akan terjadi, melainkan memastikan bangunan tempat tinggal aman, menghindari bangunan yang telah rusak, mewaspadai potensi longsor, serta mengikuti informasi resmi BMKG.