Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Leopardus Tilcayo, Spesies Kucing Liar Baru asal Amerika Selatan!
potret kucing tilcayo di penangkaran (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani)
  • Leopardus tilcayo merupakan spesies kucing liar baru yang ditemukan di Bolivia.

  • Kucing tilcayo berukuran kecil dengan pola totol seperti bunga mawar.

  • Kucing tilcayo masih menyimpan banyak hal yang belum diketahui, termasuk populasi dan persebaran mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Percaya gak percaya, sejak kurang lebih 100 tahun lalu, manusia belum pernah menemukan lagi adanya spesies kucing liar baru di Bumi. Dilansir Live Science, spesies kucing liar terakhir yang pernah diidentifikasi adalah kucing pampas uruguay (Leopardus fasciatus). Hal tersebut terpatahkan sampai seorang ahli alam bernama Paola Nogales-Ascarrunz bersama tim dari Senda Verde Wildlife Sanctuary berhasil mengidentifikasi satu spesies kucing liar baru yang sementara punya nama ilmiah Leopardus tilcayo.

Nama depan mereka, Leopardus, berasal dari genus dengan nama yang sama dan merujuk pada spesies kucing liar kecil dari Amerika Selatan dengan penampilan bintik atau totol yang mirip seperti macan tutul. Sementara itu, tilcayo berasal dari nama yang diberikan penduduk setempat pada spesies kucing baru ini. Alhasil, spesies kucing liar baru ini pun diberi nama tilcayo cat atau kucing tilcayo.

Ada cerita unik terkait keberhasilan identifikasi kucing tilcayo berdasarkan penurutan Nogales-Ascarrunz. Selain itu, ada beberapa fakta menarik lain dari mereka yang akan kita bahas di bawah ini. Jadi, kalau ingin berkenalan dengan si imut yang baru teridentifikasi ini, langsung gulir layarmu ke bawah, ya!

1. Bagaimana proses identifikasi kucing tilcayo?

Proses identifikasi kucing tilcayo awalnya dilakukan setelah Nogales-Ascarrunz sadar kalau ada perbedaan antara spesies ini dengan oncilla. (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani)

Hal paling unik dari identifikasi kucing ini ialah fakta kalau sebenarnya mereka sudah pernah diabadikan dalam sebuah foto sekitar 1 dekade sebelum identifikasi resmi. Dalam wawancara bersama National Geographic, Nogales-Ascarrunz mengatakan kalau pada 2016, ketika ia bersama timnya bekerja di Bolivia, ada panggilan dari tim Senda Verde Wildlife soal penemuan seekor kucing dengan penampilan aneh. Setelah itu, Nogales-Ascarrunz datang ke penangkaran tersebut dan mengambil ratusan foto si kucing.

Awalnya, Nogales-Ascarrunz mengira kucing itu adalah spesies bernama Leopardus tigrinus atau oncilla karena kemiripan ciri fisik. Tiga tahun berselang atau sekitar 2019 saat melihat buku panduan spesies kucing di Bolivia, dirinya sadar kalau foto kucing liar yang dia ambil sebelumnya itu terlihat berbeda. Itu karena mereka punya totol yang lebih besar dan berbentuk seperti bunga mawar ketimbang oncilla yang lebih terlihat seperti totol hitam biasa. Setelah kemampuan Nogales-Ascarrunz dalam bidang analisis genetik lebih mumpuni, barulah ia mulai menelusuri soal perbedaan yang dilihatnya itu.

Lewat kerja sama penelitian dengan Eduardo Eizirik dari University of Rio Grande do Sul dan Jonas Lescroart dari University of Antwerp serta beberapa anggota tim lain, Nogales-Ascarrunz menemukan fakta kalau spesies yang ia foto itu ternyata memang benar-benar spesies kucing liar baru. Lewat jurnal yang ditulis bersama rekan-rekannya, “Phylogenomics and Museomics Reveal Five Distinct Species of Tiger Cats in South America”, Nogales-Ascarrunz memberi nama tilcayo berdasarkan panggilan masyarakat setempat yang mengaku pernah melihat kucing yang sama.

Menariknya, dalam penelitian Nogales-Ascarrunz dan tim, ditemukan fakta kalau kucing tilcayo atau Leopardus tilcayo itu sebenarnya sudah terpisah secara genetik dari spesies kucing dalam genus Leopardus lain sekitar 1,4 juta tahun yang lalu. Hebatnya, hasil identifikasi genetik atas kucing tilcayo ternyata juga menemukan fakta baru kalau sebenarnya ada beberapa spesies dan subspesies kucing dalam genus Leopardus yang terpisah dari Leopardus tigrinus.

2. Bagaimana penampilan kucing tilcayo?

seekor kucing tilcayo yang ada di penangkaran La Senda Verde, Bolivia (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penampilan kucing tilcayo sekilas mirip seperti sosok oncilla. BBC Discover Wildlife melansir kalau ukuran kucing tilcayo yang tercatat berdasarkan individu yang berhasil diidentifikasi Nogales-Ascarrunz: pejantan dengan usia kurang lebih 10 tahun. Individu tersebut punya panjang tubuh 45 cm dari ujung kepala sampai pangkal ekor, panjang ekor 25 cm, dan bobot 1,3 kg. Artinya, ukuran kucing liar ini justru lebih kecil lagi dari kucing domestik yang biasa kita jumpai di sekitar.

Selain ukuran, ada perbedaan lain antara kucing tilcayo dengan oncilla. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pola totol pada kucing tilcayo lebih besar dan berpola seperti bunga mawar yang mirip seperti jaguar. Selain itu, warna rambut kucing tilcayo juga lebih gelap ketimbang oncilla. Terakhir, ekor kucing tilcayo lebih besar, tapi lebih ramping kalau dibandingkan dengan oncilla.

3. Di mana kucing tilcayo ditemukan?

sosok kucing tilcayo berusaha meraih kamera fotografer (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani)

Nogales-Ascarrunz dan tim pertama kali mengidentifikasi keberadaan kucing tilcayo di Bolivia. Selain individu yang ada di penangkaran, ada pula satu individu di alam liar yang berhasil tertangkap kamera di lokasi yang sama. Mirip seperti kerabat dalam genus Leopardus lain, kucing tilcayo ditemukan di habitat hutan dengan vegetasi yang lebat.

Sejauh ini, Hutan Hujan Yungas, dekat lembah Andes-Amazon di Bolivia, jadi satu-satunya tempat kita bisa menemukan kucing tilcayo, dilansir BBC Discover Wildlife. Artinya, mereka adalah spesies endemik dari Bolivia dengan luas wilayah persebaran yang relatif kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau kita bisa menjumpai kucing tilcayo di habitat lain lewat penelitian lanjutan pada masa yang akan datang.

4. Masih banyak hal yang belum diketahui soal kucing tilcayo

potret kucing tilcayo di penangkaran (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani)

Bagi tim peneliti dan orang-orang di seluruh dunia, kehadiran kucing tilcayo ini terbilang masih sangat baru. Karena itu, masih ada begitu banyak fakta dari spesies ini untuk kita ungkap pada masa yang akan datang. Hal tersebut meliputi perilaku sehari-hari, cara berburu, sistem reproduksi, sampai jumlah populasi secara pasti.

Nogales-Ascarrunz sendiri mengatakan kalau tahapan selanjutnya setelah keberhasilan identifikasi kucing tilcayo ialah menentukan perkiraan populasi secara akurat dan berapa luas wilayah persebaran secara pasti, dilansir Live Science. Sementara itu, IUCN Red List belum mengklasifikasikan kucing tilcayo sebagai spesies yang berdiri sendiri dan terpisah dari Leopardus tigrinus. Jonas Lescroart sendiri memperkirakan kalau spesies-spesies baru yang terpisah dari Leopardus tigrinus, termasuk kucing tilcayo, bisa saja sedang dalam status terancam punah (Endangered) sehingga pemetaan populasi harus segera dilakukan agar dapat diambil tindakan yang akurat.

Keanekaragaman hayati di Bumi memang tak pernah habis untuk dibahas dan selalu menunggu untuk ditemukan oleh manusia. Penemuan spesies kucing liar bernama Leopardus tilcayo alias kucing tilcayo jadi bukti kalau di tengah kecanggihan zaman dan luasnya pemetaan Bumi yang sudah dilakukan manusia. Selalu ada ruang untuk kejutan lewat penemuan berbagai spesies baru. Semoga saja kucing tilcayo bisa diidentifikasi secara menyeluruh, ya. Dengan begitu, kita bisa mengambil tindakan yang diperlukan jika ditemukan fakta kalau populasi mereka sedang dalam bahaya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article