"Di Samsung, kami melihat perubahan itu dengan sangat jelas. Cara generasi hari ini hidup, bekerja, berkarya, dan berbagi telah mengubah apa yang mereka harapkan dari sebuah smartphone. Mereka menginginkan perangkat yang ringan saat dibawa, sigap saat dipakai, andal untuk produktivitas, dan dekat dengan keseharian yang semakin padat," ujar Harry Lee.
President Samsung Indonesia: AI Ubah Cara Anak Muda Berkarya

- Harry Lee menegaskan bahwa AI kini membentuk gaya hidup baru generasi muda, menjadikan smartphone bukan sekadar alat komunikasi, tetapi ruang ide dan medium utama dalam berkarya.
- Samsung menghadirkan Galaxy A57 5G dan A37 5G dengan konsep Awesome Intelligence, menggabungkan desain stylish, performa tinggi, serta fitur AI untuk mendukung kreativitas dan produktivitas pengguna muda.
- AI kini menjadi fondasi utama pengalaman smartphone, menyederhanakan proses dari ide hingga eksekusi melalui fitur seperti Circle to Search dan Voice Transcription yang membuat aktivitas lebih efisien dan personal.
Cara generasi muda menggunakan smartphone hari ini sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Bukan lagi sekadar alat komunikasi, smartphone kini menjadi ruang ide bagi anak muda. Ia jadi tempat mencari inspirasi, mengolahnya, hingga membagikannya kembali dalam bentuk konten.
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Ada peran teknologi di baliknya, terutama kecerdasan buatan atau AI, yang kini mulai terintegrasi lebih dalam dalam pengalaman penggunaan sehari-hari. Melihat perubahan tersebut, Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa AI membentuk gaya hidup baru anak muda.
Smartphone jadi bagian dari proses kreatif

Saat ini, proses kreatif tidak lagi terjadi di satu tempat. Ide bisa muncul kapan saja, lalu langsung ditangkap, diedit, dan dibagikan dalam hitungan menit. Harry Lee juga mengatakan bahwa smartphone menjadi bagian dari alur tersebut. Ia bukan hanya alat, tetapi medium yang ikut membentuk bagaimana kreativitas berkembang. Fenomena ini bahkan disebut sebagai extended creativity, di mana kreativitas tidak berhenti di satu tahap, tetapi terus berkembang seiring interaksi pengguna dengan teknologi.
"Dari sini, Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G kami hadirkan," ujar Harry. Dengan Awesome Intelligence, lini Galaxy A terbaru ini dibangun di atas tiga standar baru yaitu desain yang stylish sekaligus nyaman, performa yang mendukung kreativitas dan produktivitas, serta daya tahan jangka panjang.
Galaxy A57 5G membawa standar desain dan produktivitas ke level lebih tinggi untuk lebih banyak pengguna. Samsung menyiapkannya bagi generasi yang hidup dalam ritme cepat dan menuntut pengalaman sigap, nyaman, dan stabil dalam pemakaian sehari-hari. Sebagai Galaxy A paling tipis dan paling ringan hingga saat ini, perangkat ini memberi kenyamanan sejak pertama digenggam. Dikombinasikan dengan performa yang semakin kuat, manajemen suhu yang lebih baik, serta pengalaman produktivitas berbasis AI yang kian padu dan relevan, Galaxy A57 5G siap untuk mendukung alur kerja yang padat.
AI bantu dari ide hingga eksekusi

"Fitur seperti Circle to Search, Voice Transcription, AI Select, Read Aloud, dan berbagai alat generatif hadir sebagai bagian dari pengalaman yang terintegrasi, membantu pengguna mencari, memahami, merangkum, dan melanjutkan aktivitasnya dengan lebih efisien," ujar Harry.
Peran AI menjadi semakin terasa dalam proses ini. Fitur seperti pencarian berbasis visual, transkripsi suara, hingga alat editing otomatis membuat berbagai tahapan menjadi lebih cepat. Pengguna tidak perlu lagi berpindah banyak aplikasi untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya membantu, tetapi juga menyederhanakan proses kreatif dari awal hingga akhir.
Apalagi Samsung juga menghadirkan fitur Seamless Action Across Apps. Fitur tersebut akan membantu user berbagai aktivitas harian menjadi lebih mengalir, memungkinkan pengguna berpindah dari mencari informasi ke membuat catatan, mengatur pengingat, hingga melanjutkan percakapan tanpa jeda.
Produktivitas dan kreativitas kini berjalan bersamaan

Menariknya, batas antara produktivitas dan kreativitas kini semakin tipis. Smartphone digunakan untuk bekerja, tetapi juga untuk mengekspresikan diri. Dalam satu waktu, pengguna bisa mencatat ide, membuat konten, hingga berkomunikasi dengan tim atau audiens. Hal ini membuat kebutuhan terhadap perangkat juga berubah. Tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus adaptif terhadap berbagai jenis aktivitas.
AI juga membawa pengalaman yang lebih personal. Perangkat kini bisa memahami kebiasaan pengguna, memberikan rekomendasi, hingga membantu menyelesaikan tugas dengan lebih kontekstual. Semua ini membuat interaksi terasa lebih natural, seolah perangkat “mengerti” apa yang dibutuhkan. Pendekatan ini menjadi penting di tengah ritme hidup yang semakin cepat, di mana efisiensi menjadi kunci utama.
Standar baru smartphone di generasi sekarang

"Bagi kami, teknologi yang benar-benar canggih adalah teknologi yang terasa akrab sejak awal dan bekerja alami dalam keseharian. Smartphone kini telah menjadi salah satu perangkat terdekat dengan hidup penggunanya. Itulah sebabnya pengalaman yang lebih sigap, lebih matang, tidak lagi terbatas pada perangkat flagship, kini dapat diakses oleh lebih banyak orang," tutup Harry.
Perubahan ini pada akhirnya menciptakan standar baru. Generasi muda kini menginginkan smartphone yang tidak hanya powerful, tetapi juga ringan, cepat, dan mampu mengikuti alur aktivitas mereka. Perangkat harus bisa mendukung produktivitas sekaligus kreativitas dalam satu waktu. Selain itu, dukungan jangka panjang seperti update software juga menjadi faktor penting agar perangkat tetap relevan dalam penggunaan sehari-hari.
Melihat tren ini, AI tidak lagi sekadar fitur tambahan di smartphone. Ia mulai menjadi fondasi utama dalam pengalaman penggunaan, membantu pengguna menjalani aktivitas dengan lebih efisien dan kreatif. Di tangan generasi muda, teknologi ini bukan hanya alat bantu, tetapi juga partner dalam membentuk cara mereka hidup, bekerja, dan berkarya.


















