Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut rencana pasokan minyak hingga 30 juta barel dari Uni Emirat Arab (UEA) masih dalam tahap penjajakan. Dia belum memastikan rencana tersebut akan berlanjut menjadi realisasi impor.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat ditanya mengenai kabar pasokan minyak dari UEA yang sebelumnya diungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
"Itu masih potensi ya. Belum, saya melakukan itu penjajakan-penjajakan, semuanya masih penjajakan ya," kata dia kepada jurnalis di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
