Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) menyebut sejumlah faktor eksternal dan domestik masih menekan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah, penguatan dolar AS, hingga kekhawatiran penurunan status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi sentimen yang membebani rupiah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah seharian dan ditutup pada level Rp18.184 per dolar AS atau melemah 28 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan kemarin.
