Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global

BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global
Gubernur Bank Indonesia membeberkan hasil pertemuan dengan sejumlah investor global dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Perry Warjiyo menegaskan tiga pilar ketahanan ekonomi Indonesia: kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.

  • Bank Indonesia menekankan pentingnya kalibrasi kebijakan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi risiko global, menjaga stabilitas eksternal, serta memperkuat komunikasi dengan investor internasional.

  • Investor global menilai positif konsistensi kebijakan makroekonomi Indonesia yang fokus pada stabilitas, pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, dan disiplin fiskal di bawah 3 persen PDB.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, ada tiga faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ketiga faktor tersebut, meliputi kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional.

Hal tersebut merupakan pesan utama dalam sejumlah pertemuan lanjutan dengan investor global dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (15/4/2026).

1. Pentingnya sinergi dan konsistensi kebijakan fiskal dan moneter

BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global
Gubernur Bank Indonesia membeberkan hasil pertemuan dengan sejumlah investor global dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat. (Dok/Istimewa).

Perry merinci faktor pertama berkaitan dengan pentingnya konsistensi dan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel. Kedua, kemampuan otoritas dalam menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan kondisi global.

"Ketiga, penguatan kerja sama internasional, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya," ujarnya.

Dalam agenda tersebut, Perry bersama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yushi Sadewa juga bertemu dengan pelaku usaha yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce. Pertemuan ini mencerminkan pentingnya interaksi langsung antara pembuat kebijakan dan sektor swasta di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

2. Terus kalibrasi berbagai kebijakan

BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global
Logo Bank Indonesia

Perry menjelaskan, dalam forum itu, BI menegaskan bahwa kinerja ekonominya tetap resilien di tengah berbagai tekanan global, sekaligus memperkuat kepercayaan investor, khususnya pelaku usaha AS yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Pada hari yang sama, Perry juga melakukan pertemuan dengan First Deputy Managing Director International Monetary Fund (IMF), Dan Katz. Pertemuan tersebut membahas perkembangan geopolitik dan meningkatnya risiko global. Dalam diskusi tersebut disoroti risiko global tidak hanya bersumber dari harga komoditas seperti minyak, tetapi juga dari potensi gangguan rantai pasok global.

"Kalibrasi kebijakan diperlukan tidak hanya merespons indikator yang sudah terlihat, tetapi juga mengantisipasi risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi. Sejalan dengan itu, BI menegaskan akan terus memperkuat sinergi kebijakan internasional serta komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.

3. Investor global yakin dengan ekonomi Indonesia

BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Gejolak Global
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Perry sebelumnya menyampaikan, kredibilitas kebijakan Indonesia dan konsistensi dalam menjaga stabilitas makroekonomi dipandang positif oleh para investor global. Keyakinan tersebut didukung oleh kondisi Indonesia yang tetap berdaya tahan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pada pertemuan dengan investor tersebut, Perry menegaskan, bauran kebijakan berada pada arah yang tepat, dengan fokus pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik, yang didukung oleh komitmen fiskal menjaga defisit di bawah 3 persen PDB melalui reformasi subsidi dan realokasi anggaran yang lebih produktif.

“Kami akan terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global," ujar Perry.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More