Harga minyak dunia kembali menjadi perhatian setelah minyak mentah Brent bertahan di atas 114 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada perdagangan 26 Oktober 2026. Harga kontrak Brent turun sekitar 1,9 persen menjadi 114,51 dolar AS per barel setelah sempat menguat tajam pada pekan sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan kekhawatiran terhadap pasokan energi masih membayangi pasar meskipun harapan meredanya konflik mulai muncul.
Brent merupakan salah satu patokan harga minyak mentah yang digunakan dalam perdagangan internasional. Ketika harganya meningkat, biaya pengadaan energi dapat ikut naik dan memengaruhi pengeluaran perusahaan maupun rumah tangga. Jika kenaikan tersebut berlangsung lama, tekanan biaya energi berpotensi menyebar ke harga barang dan jasa sehingga meningkatkan risiko inflasi.
