One Way Efektif! 34 Persen Pemudik Sudah Tinggalkan Jakarta

- Sebanyak 34 persen pemudik sudah meninggalkan Jakarta, membuat penerapan sistem one way dari km 70 hingga 263 berjalan efektif dan memperlancar arus kendaraan menuju arah timur.
- Ruas tol Jakarta–Tangerang kini dinyatakan siap digunakan setelah perbaikan rampung pada 11 Maret, dengan rata-rata 339 kendaraan melintas setiap menitnya tanpa hambatan berarti.
- Jasa Marga mengajak masyarakat memantau kondisi lalu lintas lewat aplikasi Travoy yang menampilkan data real-time dari ribuan kamera serta layanan Call Center 133 untuk informasi perjalanan mudik.
Jakarta, IDN Times - Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, arus mudik per hari ini sekitar 34 persen masyarakat sudah meninggalkan kota, sehingga langkah pengaturan lalu lintas semakin efektif.
Hal ini disampaikannya saat melaporkan perkembangan arus mudik kepada Kepala Staf Presiden dan Wakil Menteri Perhubungan dalam Konferensi update kesiapan infrastruktur menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
"Inilah kemudian kenapa kemarin sore ketika kepadatan pemudik sudah mencapai 30 persen, kami bersama Pak Menteri Perhubungan dan Pak Korlantas memutuskan untuk melakukan one way," ujarnya.
1. One way dimulai sejak kilometer 70 hingga 263

Ia menjelaskan, one way dimulai dari kilometer 70 hingga kilometer 263, dibarengi rekayasa lalu lintas seperti contraflow satu lajur di km 44 dan dua lajur di km 55. Hasilnya, pada puncak arus mudik semalam, jumlah kendaraan mencapai 221 ribu dan perjalanan dari pagi hingga tengah malam dapat berjalan lancar.
"Alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari jam 4 sudah sampai jam 00.00 sampai Kalikangkung. Jadi signifikan (kelancarannya)," ujarnya.
2. Ruas Jakarta-Tanggerang setiap menit dilalui 339 kendaraan

Rivan menjelaskan, Januari hingga awal Maret dilanda hujan luar biasa, terutama pada 1–8 Maret, sehingga perbaikan jalan sempat terhambat. Dalam catatannya, ruas tol Jakarta-Tangerang ini setiap harinya dilalui 477.000 kendaraan. Artinya satu menit, ada 339 kendaraan.
Ia menambahkan, kendala tersebut telah dijelaskan dalam rapat dengan Komisi V DPR dan Kepala Staf Presiden, dan perbaikan telah rampung pada 11 Maret. Meski demikian, kini semua ruas Jakarta-Tangerang-Merak sudah dinyatakan siap dan bisa digunakan tanpa ada hambatan.
"Dengan demikian, semua dari ruas Jakarta-Tangerang nanti Jakarta-Merak dan Tangerang-Merak sudah dinyatakan siap dan bisa digunakan tanpa ada hambatan," ungkapnya.
3. Jasa Marga ajak masyarakat pantau lalu lintas melalui aplikasi Travoy

Ia tak menampik, sebagian lubang jalan masih ada karena beberapa truk masih menggunakan tonase di luar batas logistik, terutama untuk pengangkutan bahan pangan.
“Kami terus melakukan patching untuk memastikan jalan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain perbaikan fisik, Jasa Marga juga memperkenalkan teknologi pemantauan lalu lintas melalui aplikasi Travoy, yang dapat diunduh masyarakat sejak musim Nataru. Aplikasi ini memungkinkan pemudik memantau lebih dari 3.500 kamera di 18 ruas jalan Jasa Marga Group, termasuk tingkat kepadatan real-time. Sistem ini didukung Intelligent Transport System, sehingga informasi arus lalu lintas dijamin valid.
Masyarakat juga dapat mengakses layanan Call Center 133 untuk mendapatkan informasi perjalanan mudik secara cepat dan akurat. Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur dan teknologi pemantauan, Jasa Marga memastikan arus mudik tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.



![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Kaya Raya Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240715/austin-distel-vvacrva56fc-unsplash-da57c56c5776d1a35ab60d3b63cfcb1b.jpg)













