Jakarta, IDN Times — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun melalui perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo mengatakan, penghematan tersebut berasal dari berbagai komponen biaya operasional, mulai dari gaji direksi dan komisaris hingga biaya sewa gedung, kendaraan, serta perjalanan dinas.
“Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, bla bla bla, kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, penghematan tersebut belum berhenti. Pemerintah menargetkan efisiensi biaya hingga lebih dari Rp70 triliun pada akhir tahun ini.
“Target kita Desember 31 (2026), target kita harus menghemat Rp70 triliun lebih, saudara-saudara,” ujarnya.
Ia menyinggung sejumlah kebutuhan dasar masyarakat yang dapat dibiayai melalui penghematan tersebut, seperti perbaikan puskesmas, renovasi sekolah, hingga penyediaan rumah bagi masyarakat.
“Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan,” kata Prabowo.
