Jakarta, IDN Times - Laju pertumbuhan produksi manufaktur Singapura tercatat melambat menjadi 3,4 persen secara tahunan pada September. Capaian ini menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kenaikan sebesar 15,4 persen pada Agustus lalu.
Data dari Economic Development Board (EDB) yang dirilis pada Senin (26/10/2026) memperlihatkan bahwa perlambatan ini terjadi seiring kontraksi tajam pada klaster biomedis. Kendati demikian, apabila sektor biomedis tidak dihitung, keluaran manufaktur negara tersebut masih tumbuh sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
