Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 25 poin atau 0,14 persen dibandingkan penutupan kemarin. Rupiah kemarin ditutup pada level Rp17.933 per dolar AS atau menguat 94 poin atau 0,52 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.908 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,14 persen ke Rp17.908 per dolar AS pada Kamis pagi, setelah ditutup Rp17.933 per dolar AS sehari sebelumnya.
- Mayoritas mata uang Asia turut menguat, dipimpin won Korea 0,41 persen, rupee India 0,27 persen, dan dolar Taiwan 0,24 persen.
- Penurunan harga minyak serta pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi menopang rupiah, yang diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada Kamis (6/8/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp17.908 per dolar Amerika Serikat (AS).
1. Mata uang di Asia bergerak variatif
Mayoritas mata uang di Asia terpantau menguat, dengan rincian sebagai berikut:
- Bath Thailand menguat 0,20 persen
- Ringgit Malaysia menguat 0,15 persen
- Yuan China menguat 0,03 persen
- Rupee India menguat 0,27 persen
- Pesso Filipina menguat 0,10 persen
- Won Korea menguat 0,41 persen
- Dolar Taiwan menguat 0,24 persen
- Dolar Singapura menguat 0,06 persen
- Dolar Hongkong menguat 0,01 persen
- Yen Jepang menguat 0,08 persen
2. Rupiah berpotensi menguat hari ini
Pengamat pasar uang Lukman Leong memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari penurunan harga minyak mentah dunia seiring meningkatnya optimisme pasar bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
"Meredanya harga minyak berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan rupiah," jelasnya.
3. Data pertumbuhan ekonomi kuartal II di atas ekspektasi pasar
Selain itu, data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar turut menjadi penopang mata uang Garuda. Kinerja ekonomi yang solid memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi domestik dan meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.
"Dengan kombinasi kedua sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Dengan begitu, rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS," ujar Lukman.





















