Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Menguat ke Rp17.142, Investor Pantau Sidang Warsh dan Iran

Rupiah Menguat ke Rp17.142, Investor Pantau Sidang Warsh dan Iran
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup menguat 0,15 persen ke level Rp17.142,5 per dolar AS pada Selasa (21/4/2026), setelah sempat berfluktuasi di tengah ketidakpastian global.
  • Pasar masih cemas soal konflik AS-Iran yang belum jelas arah damainya, terutama menjelang berakhirnya gencatan senjata dan meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.
  • Investor juga menyoroti sidang konfirmasi Kevin Warsh yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga AS, karena dinilai bisa memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah mampu bernapas lega setelah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda berhasil membalikkan keadaan dan parkir di level Rp17.142,5 per dolar AS, menguat 22,50 poin atau 0,15 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Nasib perang AS-Iran masih abu-abu

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan masa depan konflik AS dan Iran masih dipenuhi ketidakpastian. Di satu sisi, sinyal perdamaian tampak simpang siur.

"Trump mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut minggu ini," kata dia.

Di pihak Iran, para pejabat menilai pembicaraan sulit terjadi selama AS masih memberlakukan blokade angkatan laut. Meski demikian, laporan menunjukkan Teheran telah memberikan sinyal kepada mediator regional mengenai pengiriman delegasi ke Islamabad.

Kekhawatiran pasar memuncak mengingat gencatan senjata yang sangat rapuh antara kedua negara akan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Trump sudah memberi sinyal, perpanjangan kesepakatan tersebut kemungkinan tidak akan terjadi.

"Pasar juga tegang karena aksi militer lebih lanjut di Timur Tengah setelah AS menembaki dan menangkap kapal berbendera Iran pada akhir pekan," ujar Ibrahim.

2. Sidang Warsh jadi fokus pasar

Perhatian investor pekan ini juga tertuju pada sidang konfirmasi Kevin Warsh yang dijadwalkan berlangsung pukul 14:00 GMT. Sidang ini adalah proses penilaian publik dan legislatif untuk menguji kelayakan calon pejabat penting. Poin utama yang dinanti pasar adalah seberapa besar independensi atau kemandirian Warsh terhadap Trump, mengingat terus menekan agar suku bunga acuan diturunkan.

"Pencalonan Warsh dipandang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar. Meskipun telah menyatakan dukungan untuk seruan Trump agar suku bunga lebih rendah, dia di masa lalu telah mengkritik aktivitas pembelian aset Fed, dan menyerukan neraca yang lebih ramping," ujar Ibrahim.

3. Proyeksi nilai tukar rupiah pada Rabu

Pada perdagangan sore ini, rupiah mencatatkan penguatan sebesar 26 poin, meskipun sempat menyentuh angka penguatan hingga 35 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp17.168.

Untuk perdagangan Rabu (22/4/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di rentang Rp17.140 hingga Rp17.180 per dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More